Panen dan Pascapanen dalam Budidaya Tembakau
Panen dan Pascapanen
Waktu panen dan cara penanganan pasca panen tembakau sangat tergantung pada jenis tembakaunya. Berikut diuraikan pemanenan dan penanganan pasca panen beberapa jenis tembakau yang diusahakan di Indonesia.
Tembakau Burley BAT Bondowoso
Umur Panen
Kriteria waktu panen tembakau dapat dilihat dari gejala tingkat kematangan daun di pohon sebagai berikut
-
Daun bawah (3-4 lembar) mendekati kehijau-hijauan dan gagangnya keputih-putihan.
-
Daun tengah (4-6 lembar) berwarna “kuning kenanga”.
-
Daun atas (6-9 lembar) dan daun pucuk (4-7 lembar) telah matang benar.
Cara Pemetikan
Pemetikan daun tembakau Burley dilakukan dengan dua cara yaitu petik biasa (reaping) dan tebang batang ( stalk cutting). Reaping dilakukan dengan memetik daun-daunya saja, sedangkan stalk cutting dilakukan dengan menebang batang tembakau beserta daunnya tepat pada pangkal batang.
Untuk mendapatkan hasil yang tinggi tembakau burley biasanya diperlakukan reaping paling banyak dua kali dan selanjutnya stalk cutting. Pemetikan pertama daun tembakau Burley dilakukan pada saat tanaman berumur 65-70 har, dengan jumlah daun yang dipetik 2-3 lembar. Stalk cutting dilakukan apabila daun pucuk kelihatan sudah cukup tua (berwarna kuning) dengan umur tanaman 90-100 HST.
Saat pemetikan (pagi, siang dan sore) berpengaruh terhadap kualitas daun tembakau. Saat pemetikan tembakau burley yang baik adalah pada pagi hari.
Sortasi Pendahuluan
Sortasi pendahuluan dilakukan terhadap daun hijau tembakau Burley untuk memisahkan daun yang agak muda (immature), daun kurang tua (unripe), daun tua (ripe) dan daun yang rusak. Sortasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan proses pengeringan, memudahkan grading setelah pengeringan, memudahkan penentuan harga jual dan memudahkan pemasaran.
Pengeringan (Curing)
Dalam pengeringan dilakukan penurunan kadar air dari 80 – 90%. Selama pengeringan terjadi proses aging yaitu pembentukan warna dan pengeringan. Pengeringan dilakukan di dalam Los. Tembakau Burley ini termasuk ke dalam jenis pengeringan air cured. Pengeringan dilakukan selama ± 22 hari sampai diperoleh krosok yang baik. Setelah itu krosok diunting (diikat beberapa lembar krosok) kemudian dipak/dibal dengan bobot 1 bal 50 – 60 kg dan dibungkus dengan tikar.
Tembakau Cerutu Vorstenlanden
Pemetikan
Pemetikan daun dilakukan secara bertahap, kriteria tanaman siap dipanen yaitu setelah tanaman berumur 50 hari, 60 – 70% dari populasi telah membentuk kuncup bunga, warna daun “menongo bener” (hijau seperti bunga kenanga), sudut daun telah melebar atau merunduk daun mudah dipetik dan tanaman dalam kondisi segar. Jenis dan banyaknya daun yang akan dipetik terdiri dari : 2 lembar daun tanah/pasir (DT), 6 lembar daun koseran pertama (DKP) 10 lembar daun koseran atas (DKA), 4 lembar daun madya pertama (DMP) 6 lembar daun madya tengah (DMT) dan 4 lembar daun madya atas (DMA).
Pemetikan dilakukan pada pukul 06.00 – 08.00 pagi secara manual, pemetikan pada pagi hari akan menghasilkan krosok yang berwarna lebih cerah daripada sore hari.
Pengeringan
Pengeringan tembakau cerutu Vorstenlanden pada prinsipnya menggunakan sistem air curing. Tembakau dikeringkan di dalam Los dengan tinggi bangunan sekitar 12 m. Pada bagian atap dan dinding terdapat jendela yang berfungsi untuk mengatur kelembaban udara di dalamnya. Pada malam hari bila kelembaban udara terlalu tinggi, jendela ditutup dan dilakukan pengomprongan (pengeringan buatan dengan bahan sekam, kayu, atau briket batubara). Pada siang hari jendela dibuka agar kelembaban dalam ruang pengering tersebut turun. 1 Los (bangunan pengering) terdiri dari 30 kamar yang mampu menampung 2.100 dolok (1 dolok terdiri dari 50 lembar daun). Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam Los pengering adalah sortasi, sunduk, pendolokan dan penyusunan daun, penaikan dan pelolosan.
Setelah pengeringan dilakukan fermentasi yaitu proses biokimiawi yang melibatkan sejumlah enzim yang terdapat dalam krosok terhadap sulfat atau senyawa protein dan polisakarida. Dalam proses fermentasi terjadi perubahan-perubahan seperti penurunan berat 6-18 %, pembebasan tanah, penyerapan udara, pembebasan CO2, Pembebasan NH3 dan penurunan kadar air 14 – 20 %. Fermentasi juga menyebabkan terbentuknya aroma, warna krosok menjadi lebih gelap dan merata serta teksturnya lebih halus. Setelah fermentasi krosok kemudian disusun dalam tumpukan atau stapel berukuran 4 m x 5 m dengan berat 2 -2,5 ton. Stapel kemudian ditutup rapat sampai suhunya mencapai 42 – 430C. Selanjutnya krosok dipak dalam satu bal dengan berat 80 kg dengan ukuran panjang 100 cm lebar 70 cm dan tinggi 22 cm. Untuk penyimpanan di gudang dilakukan fumigasi untuk mencegah serangan serangga gudang dengan insektisida Phostoxin dengan dosis 0,75 tablet/m3 setiap 40 hari sekali.
Tembakau Rajangan Temanggung
Panen dilakukan secara bertahap, pemetikan daun sebanyak 5 – 8 kali tergantung kemasakan dan jumlah daun. Saat panen biasanya dimulai apabila sudah ada berita tentang dimulainya pembelian tembakau rajangan oleh pabrik rokok atau gudang mulai buka. Panen daun tembakau dilakukan 10 – 15 hari sebelum awal pembelian tembakau rajangan. Pemetikan daun dimulai dari bawah, dipetik 2 – 3 lembar daun setiap kali petik. Daun yang siap panen ditandai oleh perubahan warna daun, dari hijau menjadi kuning kehijauan, warna tulang daun putih/hijau terang, tepi daun mengering, permukaan daun agak kasar dan tangkai daun mudah dipatahkan. Waktu panen pagi hari setelah embun menguap sampai siang hari. Apabila waktu panen turun hujan, maka daun yang cukup matang segera dipetik atau ditunda 6-8 hari. Daun yang telah dipetik segera diproses atau diolah menjadi tembakau rajangan. Pengolahan tembakau rajangan terdiri dari 3 tahap kegiatan, yaitu Pemeraman, perajangan dan penjemuran.
Sebelum diperam, daun tembakau disortasi agar diperoleh daun hijau yang ukurannya seragam. Pemeraman dilakukan dengan cara mengatur daun, yaitu didirikan di rak pemeraman. Lamanya pemeraman tergantung dari posisi daun pada batang. Daun koseran ( daun bawah), lama pemeraman 1-2 malam (24 – 48 jam) dengan warna daun peraman hijau-kekuningan. Daun tengah memerlukan waktu peraman 3 – 5 malam (72-120 jam) dengan warna peraman hijau kekuningan sampai kuning merata. Sedangkan daun tengah yang tebal dan daun atas memerlukan waktu peraman 4 – 7 malam (96 – 168 jam) dengan warna daun peraman kuning merata sampai kuning kemerahan.
Setelah daun tembakau diperam, selanjutnya dilakukan perajangan. Perajangan dimulai pada tengah malam sampai pagi dengan tujuan hasil rajangan dapat segera dijemur pada pagi harinya. Tebal irisan (rajangan) daun tembakau temanggung antara 1.5 mm – 2.0 mm, pisau yang digunakan untuk merajang harus selalu tajam agar hasil rajangannya baik dan seragam. Setelah daun tembakau dirajang, kemudian tembakau rajangan dicampur merata (digagrak) dan diratakan di atas “widig” atau “rigen” untuk dijemur.
Penjemuran hasil rajangan harus kering dalam 2 hari, tergantung panas matahari. Pada hari pertama rajangan di balik apabila lapisan atas sudah cukup kering, pekerjaan ini dilakukan kira-kira pukul 10.00 – 11.00. Pada malam harinya, rajangan diembunkan untuk memperoleh warna hitam. Pada hari kedua, penjemuran dimulai pada siang hari sampai rajangan tembakau lemas kembali. Setelah rajangan tersebut kering, kemudian dimasukkan kedalam keranjang bambu. Di dalam satu keranjang berisi tembakau rajangan yang sama mutunya. Selanjutnya tembakau rajangan siap dijual ke “gudang perwakilan pabrik rokok” atau kepada “tengkulak pengumpul”.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
budidaya tembakau (464), pasca panen tembakau (86), tembakau rajangan (58), cara panen tembakau (49), budi daya tembakau (40), tembakau burley (36), proses pengolahan tembakau (33), facebook (30), ciri tembakau rajangan (26), panen dan pasca panen tembakau (24), proses pembuatan tembakau (22), penanganan pasca panen tembakau (17), makalah pasca panen (14), penyimpanan tembakau (13), fermentasi tembakau (13), kriteria panen tembakau (12), cara penyimpanan tembakau (12), umur tanaman tembakau (11), alat alat panen tembakau (11), tembakau karangjati RAJANGAN (11), proses pengeringan tembakau (11), umur tembakau (10), pengolahan tembakau (10), pemanenan tembakau (10), kriteria pemanenan (10), contoh makalah penanganan pasca panen (7), pasca panen tanaman tembakau (7), tembakau kasturi (6), pasca panen tembakau pdf (5), alat panen tembakau (5), pascapanen tembakau (5), daun tembakau (4), Umur tembakau siap panen (4), Cara mengeringkan tembakau (3), siklus panen tembakau (3), proses produksi tembakau (3), tembakau mole (3), waktu penjemuran tanaman (3), umur panen tembakau (3), ciri-ciri tanaman tembakau (3), budi daya tembakau kasturi (3), proses pengolahan tembakau deli (2), proses pengolahan tembakau menjadi rokok (2), pengendalian mutu pengeringan tembakau (2), lama tanam tembakau (2), cara menyimpan tembakau kering/ (2), cara mengeringkan daun tembakau (2), karakteristik tanaman tembakau (2), Mengulah tembakau (2), jurnal panen tembakau (2), proses pengolahan tembakau kering (2), rajang daun tembakau (1), resep membuat tembakau (1), satu keranjang tembakau memuat berapa kilogram tembakau (1), cara berproduksi yang baik untuk tembakau (1), reaping pada tembakau cara (1), pengolahan tembakau pasca panen (1), cara panen daun tembakau di indonesia (1), cara pengolahan tembakau kering (1), cara mengolah tembakau agar menjadi rokok (1), pisau jangka mesin rajang tembakau (1), perhitungan pembuatan mesin perajang tembakau (1), cara pengolahan tembakau taram (1), pengolahan tembakau rajang (1), tahapan pada gudang tembakau (1), teknik panen tembakau (1), tujuan dari pengolahan panen (1), tujuan pembudidayaan tembakau (1), umur berapa tembakau bisa panen (1), Apa tujuan dari penyortiran pada pertanian ? (1), Umur tanam tembakau (1), umur tanaman tembakau sampai panen (1), alur proses dari tanaman tembakau sampai menjadi rokok (1), alat pasca panen tembakau (1), tinggi tanaman tembakau pada umur ???? (1), bagaimana cara dan peralatan panen secara umum (1), ANALISA USAHATANI TEMBAKAU MOLE (1), tembakau bisa di panen pada umur (1), budiya tembakau (1), tembakau dipanen (1), budidayatembakau (1), Tembakau kasturi pasca panen (1), berat daun tembakau rajangan setelah pemeraman (1), tembakau passca panen (1), tekstur cerutu yang baik (1), Cara rawat tembakau kasturi baik & benar (1), pengolahan paskapanen tembakau (1), latar belakang penanganan pasca panen tanaman teh (1), macam proses pengolahan tembakau (1), macam-macam alat paska panen (1), macam-macam pengeringan tembakau (1), macam-macam proses pengeringan tembakau (1), daun nilam difermentasi kapang (1), makalah penyakit pada tumbuhan (1), MEMANEN FERMENTASI (1), lama waktu panen tembakau dari penanaman (1), lama pemeraman daun (1), jahe budi daya tembakau (1), jenis tanaman siap petik (1), jurnal pengering tembakau (1), kadar kelembaban dalam daun tembakau (1), karakter tembakau mole (1), kegiatan pasca penen tembakau (1), faktor yang mempengaruhi kualitas krosok tembakau (1), enzim pada proses fermentasi tembakau (1), membuat fermentasi pada tembakau untuk rokok (1), contoh-contoh mesin dan peralatan pasca panen (1), penanaman tembakau kasturi (1), penanganan lepas panen tanaman tembakau (1), cara tanam tembakau kasturi (1), penen dan pasca panen tembakau (1), pengertian pemeraman tembakau (1), pengolahan cerutu (1), pengolahan hasil tanaman tembakau (1), pengolahan pascapanen tembakau (1), pemeraman tembakau (1), cara tanam tembakau paiton (1), panen dan pasca panen tembakau menurut kualitas (1), panen fermentasi (1), pasca panen benih tembakau (1), ciri2 tembakau yang bagus (1), ciri2 daun tembakau temanggung yang baik (1), pasca panen tembakau deli (1), pasca panen tembakau krosok (1), ciri tanaman siap petik (1), hasil pertanian atau panen sortasi jenis tanaman dan tujuan (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply