Kesesuaian lokasi / lahan dalam Perdagangan Toko Bahan Bagunan
Toko bahan bangunan bisa didirikan dimana saja, tidak terbatas lokasinya bisa tersebar didalam kota, pinggir kota hingga di luar kota. Namun pemilihan lokasi tersebut disesuaikan dengan aspek karakteristik pasarnya. Untuk lokasi dalam kota misalnya, potensi pasarnya relatif terbatas tetapi kontinuitas pasarnya lebih stabil. Hal ini mengingat karakteristik pasar di dalam kota adalah tempat pemukiman yang mapan, namun dengan daya jangkau pasarnya yang luas memungkinkan menjaring konsumen berkesinambungan, terutama untuk renovasi rumah. Sebaliknya dengan itu, usaha toko bahan bangunan di lokasi ini sangat rawan terhadap pesaing yang meng-cover areal pasar yang sama.
Untuk toko bahan bangunan di pinggir kota yang menjangkau areal beberapa tempat pemukiman baru, lebih cocok didirikan toko bangunan skala menengah hingga besar, karena segmentasi pasarnya telah terseleksi oleh toko bahan bangunan kecil yang berlokasi di dekat perumahan tertentu. Oleh karena itu, toko bangunan di pinggir kota memerlukan kelengkapan produk, serta harga produk lebih murah dibandingkan dengan toko bahan bangunan skala kecil.
Sementara itu toko bahan bangunan kecil lebih cocok berlokasi didekat perumahan atau tempat pemukiman, mengingat aset dagangan dan transportasinya terbatas, sehingga cukup meng-cover satu atau dua perumahan saja. Selain itu, kedekatan dengan potensi pasarnya, bisa membuat toko bahan bangunan mengoptimalkan keunggulan pelayanannya terhadap konsumen.
Mempertimbangkan lokasi dengan aspek potensi pasarnya. Pada lokasi perumahan yang sedang dibangun dan daerah pemukiman yang sedang berkembang, merupakan segmen pasar ritel yang sangat potensial. Biasanya, toko bahan bangunan berdiri seiring dengan dimulainya pembangunan proyek perumahan, atau setelah developer selesai membangun infrastruktur perumahannya dan mulai membangun proyek utama rumahnya. Sebab, masa pembangunan rumah oleh developer di tempat pemukiman relatif singkat dan berkelanjutan, sehingga dalam waktu yang tidak lama akan berdatangan penghuninya yang membutuhkan toko bahan bangunan untuk merenovasi rumahnya.
Dari awal pembangunan rumah di tempat pemukiman baru hingga menjadi pemukiman yang sedang berkembang membutuhkan waktu tahunan, tergantung dari potensi luas lahan yang dimiliki pengembang, atau potensi lahan di lokasi tersebut yang memang diperuntukan bagi tempat pengembangan pemukiman. Misalnya seperti kawasan kota baru Lippo Karawaci dan Bumi Serpong Damai, atau daerah pemukiman baru di sekitar Tambun dan Cikarang Bekasi.
Untuk toko bangunan yang berlokasi di dekat perumahan yang sedang dibangun dan sedang berkembang, hampir semua toko bangunan menyediakan bahan bangunan utama seperti untuk pondasi (batu), dinding dan tiang slup (batu bata/batako, besibeton), bahan adukan perekat bangunan (pasir dan semen), bahan atap dan kusen pintu/jendela (kayu balok, kaso, papan, genteng, asbes). Karena pangsa pasar toko bahan bangunan di lokasi ini, sebagian besar adalah penghuni/pemilik rumah atau pemborong kecil yang akan merenovasi rumah.
Sedangkan untuk toko bahan bangunan di pusat kota (seperti di Jakarta), justeru banyak yang tidak menjual bahan bangunan utama seperti pasir, batu, batu bata/batapress, kayu, maupun besi beton dengan pertimbangan akan banyak menyita ruangan/lahan toko yang relatif sempit. Mahalnya lahan di perkotaan, menjadikan toko bahan bangunan di lokasi itu hanya hanya menyediakan berbagai bahan bangunan pelengkap atau aksesori rumah dan peralatan/perlengkapan bangunan yang ringkas. Selain melayani pembelian ritel oleh pemakai langsung, toko-toko bangunan di perkotaan banyak melayani pemborong/kontraktor maupun developer.
Mengingat pentingnya kesesuaian lokasi untuk berusaha di sektor ritel bahan bangunan, maka lokasi tempat pemukiman merupakan potensi pasar yang lebih dominan untuk usaha ini. Begitu juga signifikasi skala usaha ini, terkait dengan luas lahan yang akan digarap pengembang. Pengembang besar dengan luas lahan ribuan hektar masih tetap harus melaksanakan ketentuan pemerintah dengan pola pembangunan perumahan 1:3:6, yaitu satu rumah mewah berbanding dengan keharausan membangunan 3 rumah skala menengah dan 6 rumah sederhana. Dengan demikian, potensi pasarnya akan sangat luas mencakup toko bangunan skala kecil hingga skala besar.
Untuk menggambarkan prospek potensi pasar toko bahan bangunan saat ini, bisa dilihat dari kepemilikan lahan pengembang besar saat ini, di mana sebelum krisis tahun 1997 lalu pemerintah telah mengeluarkan SIPPT (surat ijin penunjukan penggunaan tanah) seluas 103.000 hektar lahan perumahan, di antaranya 60% atau 65 ribu hektar lahan tersebut berada di wilayah Jabotabek dan kurang lebih 7 ribu Ha di Surabaya dan sekitarnya. Kemudian 20% ada di sekitar kota-kota Pulau Jawa, dan sisanya yang 20% berlokasi di luar Jawa.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
wilayah kesesuaian ukm (2), kelayakan usaha perdagangan bahan bangunan (2), luasan lahan supermarket bahan bangunan (2), tempat yang cocok untuk toko bangunan di surabaya (1), surat penunjukan agen ke toko bahan bangunan (1), segmentasi untuk usaha batu bata (1), prospek potensi toko bangunan (1), potnsi toko bagunan (1), lokasi perdagangan (1), kesesuaian ukm (1), kesesuaian batu bata (1), daerah potensial untuk toko bangunan (1), cari lokasi lahan untuk usaha toko material (1), bangunan skala menengah ukuran (1), bagunan rumah toko (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply