KARAKTERISTIK KOMODITAS SAPI POTONG : PELUANG USAHA SAPI POTONG
KARAKTERISTIK KOMODITAS SAPI POTONG : PELUANG USAHA SAPI POTONG : Sapi potong merupakan salah satu jenis ternak ruminansia. Ternak tersebut memiliki lambung (perut) yang khas. Lambung sapi terdiri dari empat bagian, yaitu rumen (lambung pertama dan terbesar dengan kapasitas 100-230 liter), retikulum (lambung kedua atau perut jala), omasum (lambung ketiga atau perut buku) dan abomasum (perut keempat atau perut sejati). Perut pada sapi mulai berfungsi dengan sempurna setelah berumur 12 minggu. Dengan perut serupa sapi dapat menelan banyak pakan dalam waktu singkat. Pakan sapi berupa hijauan dan konsentrat.
Sapi potong membutuhkan kandang yang nyaman sebagai tempat tinggal agar dapat berproduksi secara optimal. Penentuan lokasi peternakan juga mempengaruhi lingkungan sekitar kandang. Kenyataannya sapi potong mampu beradaptasi pada berbagai zona iklim, walaupun mempunyai penampilan produksi yang berbeda.
Sapi potong sudah diusahakan secara komersial. Usaha pengemukan sebagai salah satu alternatif usaha sapi potong yang cukup menjanjikan karena mempunyai siklus produksi yang relatif pendek yaitu 3 – 6 bulan, sehingga pengembalian modal usaha dapat lebih cepat.
Di Indonesia usaha penggemukan sapi relatif masih baru. Sapi yang digunakan terutama sapi kastrasi (steer) disamping sapi jantan, sapi betina dari bangsa sapi lokal atau sapi impor. Sapi-sapi lokal umumnya dipelihara oleh peternak rakyat dengan bobot potong 300-350 kg, sementara sapi impor umumnya dipelihara oleh perusahaan penggemukan sapi hingga mencapai bobot potong 450-550 kg dengan umur 2-3 tahun.
Sapi-sapi lokal hasil penggemukan biasanya dipotong dan dijual di pasar tradisional dengan hasil daging yang kurang membedakan jenis potongannya atau dikenal dengan istilah daging murni. Sementara itu, sapi hasil penggemukan dari perusahaan penggemukan dipotong dan dagingnya dijual ke pasar khusus, seperti hotel, restauran atau supermarket dengan membedakan adanya jenis potongan daging. (Jenis potongan daging yang umumnya mempunyai nilai komersial tinggi secara berurutan yaitu fillet, sirloin, cube roll, top side rump, silver side, inside dan blade. Potongan yang umumnya mempunyai nilai komersial yang lebih rendah secara berurutan yaitu chuck, brisket, flank dan shank.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
ciri-ciri sapi potong (26), karakteristik sapi potong (24), pengertian sapi potong (22), daging lambung sapi (11), komoditas sapi (9), komoditas sapi potong (7), karakteristik sapi PO (6), KARAKTERISTIK sapi (5), komoditi sapi potong (2), definisi sapi potong (2), peluang usaha penggemukan sapi lokal (1), karekteristik sapi potong (1), profil sapi po (1), karasteristik sapi (1), karakteristik sapi potong\ (1), arus komoditas sapi potong (1), karakterisasi ternak (1), ciri dan karakteristik ternak sapi (1), ciri ciri fisik sapi potong (1), biaya usaha sapi potong (1), besar modal usaha sapi perah (1), bagian lambung sejati pada sapi (1), sapi sebagai komoditas (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply