Beberapa Penyakit Sapi yang Berjangkit di Indonesia : Berbagai jenis penyakit sapi sering berjangkit di Indonesia, baik yang menular maupun tak menular. Penyakit menular yang berjangkit pada umumnya menimbulkan kerugian besar bagi peternak, bisa jutaan rupiah setiap tahunnya. Dari tahun ke tahun, ribuan ternak sapi menjadi korban penyakit radang limpa (anthrax), ribuan ternak sapi lainnya kena serangan penyakit mulut dan kuku, yang lainnya lagi korban penyakit surra, dan sebagainya.

Penyakit menular sungguh merupakan ancaman bagi para peternak. Walaupun penyakit menular tidak langsung mematikan, akan tetapi bisa merusak kesehatan ternak sapi secara berkepanjangan, mengurangi pertumbuhan dan bahkan menghentikan pertumbuhan sama sekali.

Penyakit menular timbul karena serangan jasad renik atas tubuh hewan. Kebanyakan jasad renik ini mengeluarkan racun (toksin) yang bisa merusakkan jaringan tubuh penderita, menghancurkan alat-alat tubuh dan menimbulkan kematian. Jasad renik pada umumnya masuk ke dalam tubuh, seperti mulut, hidung, alat kelamin, kulit yang luka, lecet atau akibat gigitan serangga dan kutu.

Para peternak tidak dituntut harus tahu masalah-masalah kedokteran hewan. Akan tetapi, mereka yang perlu ditumbuhkan minatnya dalam usaha pencegahan dan pembasmian penyakit-penyakit yang biasa berjangkit di daerahnya sesuai petunjuk dinas yang terkait. Sebab kesemuanya menyangkut kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi semata-mata.

Sehubungan dengan hal itu peternak harus mengetahui penyebab, gejala dan akibat serangan berbagai penyakit, serta cara-cara pencegahan dan pembasmiannya. Beberapa penyakit yang biasa berjangkit di Indonesia antara lain sebagai berikut.

Anthrax (Radang Limpa)

Gejala-gejala penyakit ini adalah sebagai berikut.

  • Suhu badan biasanya sangat tinggi, tetapi sesudah tiga hari turun menjadi dingin
  • Nafsu makan hilang sama sekali
  • Pada awalnya, penderita sulit buang kotoran (konstipasi), tetapi kemudian menjadi diare, kotoran bercampur air, biasanya juga darah
  • Kadang-kadang darah yang keluar dari mulut, lubang hidung dan vulva
  • Kematian ternak sapi akibat pennyakit anthrax bisa terjadi di mana saja dan pada sembarang waktu.

Penyebab: Penyakit anthrax disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini bentuknya panjang, terbungkus kapsul. Pada kondisi yang kurang menguntungkan, bakteri ini akan membentuk spora untuk melindungi dirinya, sehigga ia mampu bertahan hidup dalam segala cuaca dan dalam waktu bertahun-tahun. Penyakit juga bisa hidup dalam suasana anaerob, sehingga apabila mereka terbenam ke dalam lapisan tanah pun tetap bisa bertahan hidup. Pada saat tanah tergenang air, dicangkul atau dibajak, mereka terangkat ke atas.

Bakteri ini selain berinfeksi pada hewan, juga bisa menular pada manusia. Sebab jenis penyakit ini termasuk zoonosis, yakni jenis penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Untuk membasmi spora ini diperlukan panas bersuhu 900C selama 45 menit dan 1000C selama 10 menit.

Penularan (penyebaran) : Pada umumnya penyebarannya melalui makanan atau kontak langsung sesama hewan yang sakit dengan hewan yang sehat.

Pencegahan (pengobatan)

  • Semua bangkai harus dibakar, demikian pula peralatan yang habis dipakai. Daging sapi yang menderita penyakit ini sama sekali tidak boleh dikonsumsi.
  • Sapi-sapi yang masih sehat divaksinasi.
  • Pengobatan dilakukan dengan antibiotik.

Penyakit Mulut dan Kuku

Gejala-gejala penyakit ini adalah sebagai berikut.

  • Selaput lendir di dalam mulut, bibir dan gusi tampak merah, kering dan panas, yang akhirnya bagian tersebut lepuh, berisi cairan.
  • Dari mulut keluar ludah yang memanjang seperti benang.
  • Suhu tubuh tinggi, badan lesu, nafsu makan hilang.
  • Bagian pergelangan kaki dekat kuku bengkak.

Penyebab: Penyebabnya adalah virus. Virus ini hidup dalam daging dan sumsum tulang belakang bisa bertahan sangat lama.

Penularan (penyebaran)

  • Kontak secara langsung antara penderita dengan sapi-sapi yang sehat
  • Lewat makanan, air minum, air ludah dan air kencing.
  • Lewat pembawa penyakit (carrier).

Pencegahan (pengobatan)

  • Kandang dan semua peralatan diupayakan selalu bersih, disucihamakan dengan caustic soda 2 persen.
  • Hindarkan tamu keluar masuk ke dalam atau lingkungan kandang.
  • Penderita harus disendirikan.
  • Pengawasan dan pemeriksaan dilakukan secara ketat terhadap sapi-sapi yang dipotong.
  • Pengobatan dilakukan dengan injeksi antibiotik atau sulfa. Pengobatan dilakukan dengan peniciline powder. Sedangkan ransumnya ditambahkan vitamin A guna menguatkan jaringan kulit.

Surra

  • Gejala-gejala penyakit ini adalah sebagai berikut.
  • Suhu badan naik, demam berselang-seling.
  • Muka pucat, kurang darah.
  • Nafsu makan berkurang, penderita kurus dan kehilangan berat badan.
  • Di bawah dagu dan kaki kelihatan kotor dan kering seperti bersisik.
  • Penderita menjadi letih, tak mampu bekerja.
  • Bagi yang sudah parah kena gangguan saraf, sehingga menimbulkan gerakan berputar-putar tanpa arah akibat parasit menyerang ke otak.

Penyebab :Penyebabnya adalah sejenis protozoa Trypanosoma evansi. Protozoa ini hidup di dalam darah penderita dan mengisap glukosa yang terkandung di dalam darah. Selain itu, ia mengeluarkan sejenis racun yang disebut trypanotoksin yang bisa mengganggu penderita.

Penularan (penyebaran)

Penyakit surra berjangkit dari hewan yang satu ke hewan yang lain melalui gigitan lalat penghisap darah yang disebut Tabanus. Lalat ini merupakan perantara parasit Trypanosoma dari sapi yang sakit ke sapi yang sehat. Selain lalat jenis Tabanus, lalat-lalat jenis lain pun bisa menjadi perantara. Bahkan caplak, nyamuk Anopheles dan pinjal atau kutu bisa menjadi perantara.

Pencegahan (pengobatan)

  • Penderita diasingkan di kandang yang tertutup sehingga terlindung dari gigitan lalat.
  • Penyemprotan dilakukan terhadap semua peralatan ataupun lingkungan yang banyak dihinggapi lalat.
  • Sapi yang mati akibat penyakit surra harus dibakar atau dikubur.
  • Pengobatannya menggunakan Nagonal, Arsokol, Atoxyl dan lain-lain.

Penyakit Radang Paha

Gejala-gejala penyakit ini adalah sebagai berikut.

  • Di beberapa bagian tubuh terjadi pembengkakan, misalnya pada paha, tungging, bahu, dada, leher dan di sekitar vagina. Bagian-bagian tubuh yang bengkak ini pada awalnya hangat dan sakit, tetapi akhirnya menjadi dingin.
  • Jika bengkak di bawah kulit ditekan, seakan-akan ada gas di dalamnya.
  • Jika bengkak dipotong akan tampak benda merah, kotor bercampur gelembung berbau busuk.
  • Terjadi gangguan pernafasan dan kadang-kadang kolik pada tubuh penderita.
  • Nafsu makan hilang dan tak lama kemudian mati dalam waktu 2-5 hari.

Penyebab : Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Clostridium chanvoei. Hidupnya anaerob (tanpa udara). Bahkan bisa membentuk spora jika kondisi tidak menguntungkan. Sehingga mereka bertahan hidup cukup lama di dalam tanah ataupun di rerumputan. Spora ini akan mati di dalam air mendidih selama 15 menit dan yang terdapat di dalam daging akan mati pada temperatur 110oC selama 6 jam. Bakteri yang berada di dalam maupun di luar tubuh dapat membentuk spora.

Penularan (penyebaran) : Penularan penyakit ini melalui pakan dan luka. Biasanya bakteri masuk ke urat melalui usus, tapi spora juga bisa dengan mudah masuk melalui luka walaupun luka tersebut sangat kecil akibat gigitan lalat atau nyamuk. Sapi-sapi muda sampai umur tiga tahun menjadi sasaran penyebarannya, sedangkan pedet dan sapi-sapi tua justru lebih kebal.

Pencegahan

  • Jika di suatu daerah dipastikan telah terjangkit penyakit ini, maka semua sapi yang masih sehat harus divaksinasi.
  • Sapi-sapi yang bisa didiagnosis secara awal secepatnya dilakukan pengobatan dengan antibiotik sebab penyakit ini berkembang begitu cepat.

Brucellosis (Keguguran Menular)

Gejala-gejala penyakit ini adalah sebagai berikut.

Penderita biasanya tidak menunjukkan suatu gejala yang menyolok. Penderita tampak biasa, nafsu makan biasa dan tidak menimbulkan perubahan klinis yang bisa diamati. Pada jantan gejala ini lebih mudah diamati. Scrotum membengkak dan membesar (hernia), nafsu makan menurun dan demam. Kadang-kadang gejala semacam ini pun tidak selalu tampak. Gejala pada sapi betina adalah terjadi keguguran pada pertengahan kebuntingan. Anak yang gugur biasanya mati dan berwarna biru kecokelatan. Anak yang lahir tetap hidup, menjadi sangat lemah tak berkembang. Ambing dan alat kelamin kadang-kadang bengkak.

Penyebab : Penyebabnya adalah bakteri Brucella abortus Bang.

Penularan (penyebaran)

  • Kontak langsung, yakni pada saat terjadi perkawinan dengan pejantan yang tampaknya sehat tapi membawa penyakit.
  • Melalui pakan dan air minum yang ditulari oleh janin yang digugurkan.
  • Melalui luka.

Pencegahan (pengobatan)

  • Lakukan sanitasi atau kebersihan terhadap kandang dan segala peralatan secara teratur. Upaya ini hendaknya dilakukan dengan penyemprotan secara periodik dengan obat-obatan pencuci hama.
  • Penderita disendirikan.
  • Usahakan pengebalan dengan cara vaksinasi sebelum sapi dikawinkan.
  • Selalu waspada terhadap bibit-bibit yang baru dibeli.
  • Cara pengobatan belum berhasil baik.

Kutu Busuk (Food Rot)

Gejala-gejala penyakit ini adalah sebagai berikut.

  • Diawali adanya pembengkakan pada celah kuku dan sekitar tumit. Kemudian diikuti keluarnya cairan berwarna putih kekuningan yang sangat kotor dan bau.
  • Selaput kuku mengelupas karena jaringannya mati.
  • Penderita menjadi pincang karena kesakitan bahkan bisa lumpuh.

Penyebab : Penyebabnya adalah kuman Fusiformis necrophorus. Kuman ini bisa bertahan hidup bertahun-tahun pada celah kuku sapi. Akan tetapi, jika kuman itu berada di lapangan penggembalaan atau di dalam kotoran sapi dan sebagainya, ia hanya bisa bertahan sampai tiga minggu.

Penularan dan penyebaran

Tempat yang ideal bagi hidup kuman ialah pada kulit yang luka, lecet, goresan serta pada celah-celah kuku dan tumit sapi. Luka yang terjadi pada kuku dapat diakibatkan oleh sebab-sebab di bawah ini.

  • Sapi berjalan di tempat yang keras, tajam atau kasar ataupun karena batu yang masuk ke dalam celah kuku.
  • Kaki sapi kena paku, pecahan kaca, tonggak yang tajam.
  • Kondisi kuku itu sendiri yang lemah atau lunak karena sapi selalu berada di kandang terus-menerus sepanjang waktu.
  • Lantai yang selalu basah dan lembab akibat air, air kencing bercampur lumpur dan kotoran sapi itu sendiri.

Akibat : Sekali kuman itu masuk ke dalam luka dan seketika itupun mulai berkembang biak dengan pesat yang mengakibatkan bengkak dan jaringan-jaringan yang kena serangan menjadi rusak (mati) sehingga timbul pembusukan yang sangat berbau.

Jika peternak lalai di dalam menangani penyakit ini maka kuman lain akan masuk ke dalamnya yang mengakibatkan komplikasi kedua yang bisa menjalar ke pergelangan kaki.

Pencegahan (pengobatan)

  • Membersihkan celah kuku dengan cara merendamnya ke dalam cairan atau larutan copper sulphate 3% atau larutan formalin 10 persen.
  • Pengobatan dengan injeksi sulfa atau antibiotik. Selama pengobatan, kaki harus dijaga agar selalu dalam keadaan kering.

Cacing Hati

Gejala

  • Penderita menjadi kurus, lesu dan pucat. Berat badan berkurang.
  • Kadang-kadang sapi menjadi busung pada berbagai bagian tubuhnya.

Penyebab : Cacing hati (Fasciola hepatica) ini menyerang ternak sapi berbagai umur. bentuknya segitiga, pipih, berwarna abu-abu kehijauan sampai kecokelatan. Panjangnya bisa mencapai 2-3 cm. Cacing ini mengalami siklus hidup yang kompleks.

Penularan (penyebaran) : Penyebarannya melalui pakan dan air minum, khususnya melalui dedaunan atau rerumputan yang telah ditulari larva (tempayak).

Akibat : Pengaruh cacing ini tergantung pada banyak larva yang masuk ke dalam tubuh dan kondisi tubuh ternak itu sendiri. Cacing ini menyebabkan penderitaan yang kronis, menahun, kekurangan darah dan gizi. Pertumbuhan menjadi lambat. Timbul peradangan hati dan empedu.

Pencegahan (pemberantasan) :

  • Pembasmian penyakit terutama ditujukan kepada pembasmian siput, bekicot. Misalnya tidak dibiarkan lapangan pangonan tergenang air atau drainase jelek. Memberikan copper sulphate di lapangan penggembalaan atau trusi. Hal ini harus dilakukan karena perkembangan cacing hati oleh siput sebagai hospes perantara.
  • Mengobati penderita dengan Hexachlorophene.

Siklus hidup : Cacing hati yang masih muda berupa larva berasal dari telur yang menetas di dedaunan atau rerumputan yang basah. Larva itu berenang-renang mencari siput atau bekicot yang hidup di tempat-tempat yang basah atau tergenang air, seperti rawa-rawa, payau dan sebagainya.

Di dalam tubuh siput, larva mengalami beberapa fase perkembangan dengan cara membelah diri dan berubah bentuk. Setelah 6 minggu dalam tubuh siput, mereka mengalami perkembangan yang sempurna dan kemudian keluar dari tubuh siput.

Larva yang baru saja keluar dari tubuh siput aktif berenang-renang dan menempel pada dedaunan atau rerumputan yang berada di dekatnya dan membungkus dirinya dengan suatu kista sebagai perlindungan. Namun, mereka tidak kuat bertahan terhadap kondisi yang kering.

Bersama-sama rumput yang termakan hewan, kista masuk ke dalam alat pencernaan. Kemudian dinding kista hancur dan cacing hati yang masih muda tadi muncul. Akhirnya mereka menembus dinding-dinding usus, pindah ke hati bersama aliran darah. Parasit-parasit muda tadi akan berada dalam hati selama 6 – 8 minggu.

Sesudah mereka mengalami kedewasaan, parasit berpindah ke saluran empedu dan bertelur di situ. Telur-telur tadi berpindah ke alat pencernaan melalui saluran darah dan kemudian keluar dari tubuh hewan bersama kotoran.

Stomach Worm atau Cacing Perut

Gejala

  • Penderita tampak pucat karena kekurangan darah (anemia).
  • Kondisi menurun, pertumbuhan lambat, berat badan turun.
  • Kotoran encer, diare.

Penyebab : Ada berbagai jenis cacing yang hidup di dalam perut keempat (abomasum) dan usus. Cacing-cacing itu (Parasitic Gastro Enteritis) bisa menimbulkan gangguan penyakit, seperti anemi, radang, gangguan pencernaan dan sebagainya. Ribuan cacing dari berbagai ukuran tinggal di dalam perut. Sebagian sulit diamati dengan mata karena terlalu kecil. Pedet dan sapi-sapi muda yang menjadi sasaran utama cacing-cacing ini. Sapi-sapi dewasa yang umurnya lebih dari dua tahun akan tahan terhadap infeksi cacing.

Penularan (penyebaran) :Penularan atau penyebaran cacing ini melalui pakan atau air minum yang telah dicemari oleh larva (tempayak).

Akibat serangan bisa menimbulkan penyakit kekurangan gizi, mudah kena infeksi penyakit lain.

Siklus hidup

Telur cacing keluar dari tubuh hewan bersama kotoran, kemudian jatuh di tanah. Pada kondisi yang cocok karena kelembaban dan hawa serta zat asam menguntungkan baginya, maka dalam waktu 4-5 hari telur akan menetas menjadi larva dan kemudian akan menempel pada dedaunan dan rerumputan. Pada saat rumput dimakan sapi, maka cacing yang masih muda atau berupa larva tadi ikut masuk ke dalam tubuh hewan. Jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan karena terlalu panas atau kering, maka larva akan mati dalam waktu beberapa hari saja. Mereka bisa bertahan hidup berbulan-bulan apabila kondisi menguntungkan.

Pencegahan (pengobatan)

  • Hindarkan kepadatan populasi ternak di dalam kandang ataupun di lapangan penggembalaan.
  • Jangan sekali-kali menggembalakan pedet di tempat yang habis dipakai untuk menggembalakan sapi dewasa.
  • Pakan yang diberikan harus cukup dan baik guna menguatkan tubuh. Pedet tidak terlalu peka terhadap infeksi cacing. Pada pedet yang sehat, cacing-cacing yang berada di dalam perut akan mati dengan sendirinya karena tidak bisa berkembang.
  • Memberikan obat cacing Anthelimintic secara periodik.

Cacing Paru-paru (Husk)

Gejala

  • Pada awalnya, penderita berulang kali batuk-batuk.
  • Pernafasan meningkat lebih cepat.
  • Kondisi tubuh menurun, hewan kurus, kehilangan berat badan.

Penyebab : Cacing ini tinggal dan bertelur di dalam paru-paru. Setiap hari cacing paru-paru bisa bertelur sampai ribuan. Telur itu bisa berpindah ke dalam perut atau alat pencernaan pada saat penderita batuk, yaitu terlepas ke mulut dan dari mulut masuk ke dalam perut atau usus bersama dengan pakan yang tertelan. Selama perjalanan di dalam tubuh hewan, telur tadi mengalami perkembangan dan perubahan menjadi larva. Larva yang berada di dalam perut akhirnya keluar dari tubuh hewan jatuh ke tanah bersama kotoran. Jika larva itu memperoleh kondisi yang sesuai, lembab udara dan yang menguntungkan baginya, larva bisa bertahan hidup sampai setahun. Sebaliknya jika kondisi lingkungan terlalu kering dan larva tidak bisa berlindung, maka mereka tak akan bisa bertahan lebih dari sebulan.

Pada saat pedet makan rumput yang tercemar larva, larva itu masuk ke dalam tubuh pedet, yakni di dalam usus halus, kemudian menembus dinding usus pindah ke paru-paru. Sesudah 28 hari larva itu berada di dalam tubuh hewan, mereka akan mengalami kedewasaan dan bertelur di dalam paru-paru.

Penularan (penyebaran) : Penyebaran cacing paru-paru ini dari penderita kepada sapi yang sehat lewat pakan yang telah tercemar larva.

Akibat : Oleh karena ribuan cacing berada di dalam paru-paru, maka paru-paru sapi menjadi bengkak akibat jaringan-jaringan paru-paru rusak. Akibat yang lebih jauh, penderita bisa pneumonia bahkan bisa lebih fatal lagi yakni penderita bisa mati.

Pencegahan (pengobatan)

  • Sebaiknya sapi merumput di lapangan rumput yang kering.
  • Memberikan air minum yang bersih pada sapi yang sekiranya bersih dari pencemaran larva.
  • Hindarkan penggunaan pupuk kandang di lapangan penggembalaan yang berasal dari kotoran sapi yang menderita penyakit cacing paru-paru.
  • Diberikan pakan yang baik.
  • Lakukan pengobatan dengan Anthelmintic.

Bloat

Bloat adalah keadaan rumen (perut pertama) yang mengembang, membesar akibat kelebihan gas yang tak bisa cepat keluar.

Gejala

  • Lambung pada sebelah kiri atas membesar dan kencang .
  • Bagian itu bila dipukul dengan jari berbunyi seperti drum akibat rentangan perut yang begitu kencang.
  • Pernafasan terganggu dan bekerja berat, demikian pula kontraksi rumen yang sangat kuat.

Akibat : Rumen merupakan bagian dari perut yang paling besar dengan kapasitas 100-230 liter. Rumen tersebut terletak pada bagian sebelah kiri. Oleh karena itu, jika sapi menderita bloat, perut kiri tampak menonjol, karena rumen yang mengembang mendorong ke arah luar, bahkan ke segala arah, termasuk mendorong sekat rongga dada yang memisahkan isi perut dan dada yang di dalamnya terdapat paru-paru dan hati. Kejadian ini mengakibatkan pernafasan dan sirkulasi darah terganggu. Akibat lebih jauh, hewan goyah bahkan bisa jatuh, tidak bisa berjalan, tidak bisa bangun kembali dan dalam waktu yang singkat penderita akan mati.

Penyebab : Kasus bloat semacam ini banyak dialami oleh sapi yang merumput pada lapangan penggembalaan yang masih basah karena embun pagi, sapi yang makan biji-bijian gilingan halus terlalu banyak, tetapi kurang mendapatkan hijauan yang berserat kasar tinggi, serta sapi yang terlalu banyak makan hijauan dari jenis leguminose. Jenis leguminose hanya bisa diberikan maksimal 50 persen.

Pencegahan :

  • Hindarkan pemberian pakan yang berasal dari jenis leguminose yang terlalu banyak.
  • Sekali-kali jangan menggembalakan sapi di lapangan penggembalaan pada pagi hari yang rumputnya masih basah karena embun atau air hujan.
  • Berikan pakan pendahuluan berupa jerami kering kepada sapi-sapi yang lapar sebelum digembalakan. Jerami kering akan bisa dipertahankan kontraksi refleksi rumen secara normal.

Pengendalian (Pengobatan)

Bagi penderita bisa diatasi dengan dua macam cara sebagai berikut.

  • Penderita diberi minum minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya minyak kacang tanah sebanyak 0,6 liter ditambah minyak terpentin 28 cc, sebab minyak itu bisa menghancurkan buih yang terbentuk dalam rumen yang menghalangi keluarnya gas. Penderita juga bisa diberikan preparat silicone guna menghindarkan rentangan permukaan rumen dan sekali-kali bisa menghacurkan buih.
  • Jika keadaan penderita memang sudah parah, maka gas harus diupayakan bisa keluar secepatnya, yakni dengan cara menusuk perut sebelah kiri dengan trocar dan canulla. Tempat penusukan pada bagian belakang rusuk yang terakhir atau pada ujung pinggang. Canulla bisa membuat lubang yang lebar, tetapi meninggalkan bekas yang sekecil mungkin.

Technorati :
Del.icio.us :
Zooomr :
Flickr :

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

penyakit sapi (495), penyakit sapi potong (87), jenis penyakit sapi (61), gejala penyakit nagana (42), jenis penyakit pada sapi (41), gejala penyakit surra (37), PENYAKIT PADA SAPI POTONG (35), penyakit nagana (35), jenis-jenis penyakit pada sapi (26), OBAT KUTU SAPI (22), kutu sapi (22), macam penyakit sapi (19), penyakit-penyakit pada sapi (19), Jenis-jenis penyakit sapi (19), gejala penyakit sura (18), parasit penyebab diare pada ternak (17), tips obat sapi nafsu makan (16), macam-macam penyakit pada sapi (16), macam-macam penyakit sapi (15), trypanosoma evansi (14), penyakit sapi dan pengobatannya (14), penyakit mata pada sapi (14), Jenis jenis obat ternak sapi (14), jenis-jenis penyakit pada hewan (13), penyakit pada sapi (13), kerugian trypanosoma evansi (12), penyakit ternak ruminansia (12), penyakit pada lembu (12), macam-macam sapi (12), kesehatan ternak sapi (12), macam penyakit pada sapi (12), kesehatan ternak sapi potong (11), jenis penyakit ternak (11), MACAM MACAM PENYAKIT SAPI (11), macam macam penyakit pada sapi (10), jenis jenis penyakit sapi (10), pengobatan penyakit surra (10), penyakit pada ruminansia (10), obat luka pada sapi (9), Penyakit pada hewan ruminansia (9), penyakit pada sapi yang disebabkan oleh virus (8), kutu pada sapi (8), ciri-ciri sapi sakit (8), ciri sapi sakit (8), jenis-jenis penyakit pada ternak (7), kesehatan ternak ruminansia (7), cara mengatasi sapi kurus (6), cara menghilangkan kutu sapi (6), PENGERTIAN PENYAKIT NAGANA (6), penyakit ternak sapi (6), jenis jenis penyakit pada sapi (6), nama penyakit ternak (6), jenis penyakit ternak sapi (5), penyakit sapi pedaging (5), macam obat hewan dan kegunaannya pada sapi (4), Obat Penyakit Sapi (4), macam-macam penyakit pada sapi potong (4), cara mengobati sapi sakit (4), cara penularan fasciola hepatica (4), cara membasmi kutu sapi (4), penyakit pada ternak ruminansia (4), ciri antraks pada sapi (4), cara menghilangkan kutu pada sapi (4), Penyakit lembu (4), Obat sapi lumpuh (3), penyakit gastrointestinal ruminansia (3), pengertian penyakit surra (3), jenis penyakit sapi dan cara pengobatannya (3), penyakit dan obat sapi (3), penyakit sapi dan penanggulangannya (3), penanganan sapi lumpuh (3), pencegahan penyakit anthrax (3), gejala apabila terkena trypanosomiasis dan nama-nama penyakit dan penangananya (3), penyakit cacing pada sapi potong di indoneisa (3), penyakit kuku sapi (3), kelainan dan gangguan pencernaan hewan ruminansia (3), cara pencegahan penyakit nagana? (3), cara mengobati penyakit kutu pada sapi (3), Cara mengobati luka pada sapi (3), cara mengobati sapi yang terkena cacing pita (3), Mengatasi sapi busung (3), makalah tentang penyakit surra yang menyerang pada tubuh ternak kuda (2), Penyakit Pada Ternak Sapi Potong (2), parasit di udara menyerang ternak (2), penyakit dan pengobata pada sapi (2), Klasifikasi usaha peternakan sapi potong (2), penyakit parasit yang dialami oleh sapi (2), jenis-jenis obat penyakit pada ternak sapi (2), pencegahan dan pengendalian penyakit anthrax (2), Macam-macam penyakit ternak sapi potong (2), usaha yang dilakukan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh cacing pita (2), nama nama penyakit pada sapi (2), PENYAKIT KULIT PADA SAPI (2), www penyakit sapi (2), cara mengatasai berbagai penyakit pada sapi (2), paru sapi pdf (2), Mengatasi sapi kurus (2), SEBUTKAN PERANAN TERNAK POTONG DARI SEGI EKONOMI BAGI MANUSIA (2), sapi susah makan apa obatnya (2), sapi susah makan (2), jenis parasit darah pada sapi (2), mengatasi ternak sapi kurus (2), Megatasi sapi yang susah minum (2), penyakit hewan dan obatnya (2), artikel penyakit cacing hati pada sapi (2), penyakit gastrointestinal pada ternak yang disebabkan cacing (2), upaya pencegahan dan penanggulangan serangan virus terhadap hewan (2), penyekit sapi (2), pencegahan penyakit sapi (2), mengobati sapi lumpuh (2), gambar lambung hewan ruminansia (2), Penyebab Sapi lumpuh (2), macam penyakit pada ternak sapi (2), macam-macam penyakit pada hewan dan cara pencegahannya (2), efek paru sapi (2), cara membersihkan kutu sapi (2), penularan cacing hati pada manusia (2), macam penyakit menular pada ternak (2), pengertian penyakit nagana pada hewan (2), penyakit ternak mamalia (2), gambar sapi kurus (2), jenis-jenis penyakit menular pada ternak (2), ciri sapi cacingan (2), Cara menyuntik sapi sakit (2), penyakit yg disebabkan kotoran sapi (2), www air untuk sapi com (2), Pengobatan lumpuh kaki belakang pada sapi (2), akibat trypanosoma evansi (2), dampak pada hewan sapi yang kurus (2), nama nama obat untuk ternak dan fungsinya (1), pencegahan dan pengobatan penyakit mulut dan kuku pada sapi (1), pecegahan kutu sapi (1), Mengurangi lalat pada ternak sapi (1), mikroba dalam ruminansia (1), nama bakteri yang ada di hewan (1), obat sapi pincang otot suntik (1), nama nama obat dan kegunaannya pada sapi (1), pencegahan pengobatan pemberantasan protozoa darah (1), penanganan sapi sakit (1), nama - nama penyakit pada ternak (1), nama penyakit hewan besar (1), penanganan lalat tabanus (1), pengertian keripik paru sapi pdf (1), pencegahan dan pengobatan penyakit cacing sapi (1), pecegahan penyakit hewan lembu (1), penanganan cacing hati (1), Nama nama penyakit yang menyerang sapi bali (1), Obat kutu ternak cacing (1), obat tradisional untuk ternak sapi [jurnal] (1), obat luka di skitar mata sapi (1), penyakit gangguan gastrointestinal pada ruminansia (1), Obat penyakit kutu babi pada sapi (1), obat tradisional cara membasmi kutu pada sapi (1), Obat sapi yg kurus (1), Obat sapi yang terkena radang hati (1), OBAT SAPI YANG SAKIT (1), obat luka pada ternak sapi (1), obat sapi pincang (1), obat sapi perah terkena cacing fasiola (1), Obat luka pd sapi (1), obat lumpuh untuk sapi (1), obat pada sapi potong yang kaki belakangnya bengkak (1), Obat sakit perut pada sapi (1), obat penyakit kuku pada ternak sapi (1), obat kutu sapi tradisional (1), obat untuh lembu yang sakit lumpuh (1), PDF kliping penyakit-penyakit (1), nama obat dan jenis penyakit pada sapi (1), nama obat sesuai penyakit sapi (1), Nama penyakit hewan sapi yang menyerang pada kuku (1), nama penyakit menular (1), nama penyakit pada ternak (1), obat untuk hewan yang terkena cacing pita (1), nama penyakit sapi (1), nama penyakit ternak sapi (1), obat bengkak digigit kutu sapi (1), Obat cacing sapi bali (1), obat cacing untuk sapi bali (1), OBAT HEWAN TERNAK luka (1), obat kuku sapi kerap (1), obat kulit untuk hewan lembu (1), obat untuk penyakit mata sapi (1), Obat untuk hewan sapi (1), obat penyakit mata pada ternak sapi (1), Penyakit-penyakit hewan menular dan penanganannya (1), penyebap kuku mengelupas pada anak (1), proposal mengenai trypanosoma (1), protozoa penyebab diare sapi (1), protozoa trypanosoma gambiense menyebabkan (1), radang ambin martitis pada sapi perah (1), radang ambin matitis pada sapi perah (1), radang ambinmutatis pada sapi perah (1), Ramuan obatsapi menceret (1), Sakit mata pada lembu (1), sakit mata pada sapi (1), penyebab yang ditimbulkan oleh hewan sapi yang kurus (1), penyebab sapi potong kurang napsu makan (1), penyakit-penyakit menular dan tidak menular pada ternak (1), Penyakit-penyakit yang sering menyerang pada sapi potong (1), penyebab cacingan pada sapi (1), penyebab dan nama penyakit hewan (1), penyebab gigitan penyakit surra (1), penyebab lingkungan hewan terkena penyakit (1), penyebab penyakit cacing lambung pada sapi (1), penyebab penyakit kuku pada ternak (1), penyebab penyakit surra pada ternak (1), penyebab sakit perut pada sapi (1), sakit pada hewan akibat kekurangan makanan (1), sakit pada sapi (1), tips kesehatan ternak sapi dari serangan penyakit (1), tips menangani sapi tidak napsu makan (1), trypanosoma brucei (1), upaya mengatasi penyakit antraks pada hewan secara tradisional (1), upaya penanggulangan dan penanggulangan serangan virus pada hewan (1), usaha mencegah penyakit yang disebabkan oleh cacing pita (1), virus yang menyerang hewan ternak dan manusia pdf (1), www kutu sapi pengaruh perkembangan sapi com (1), www nama obat sapi sakit com (1), www obat sakit mata sapi com (1), Ternak sapi jenis2 penyakit buang air besar keluar darah dan pengobatanya (1), tatacara pemberian obat cacing untuk sapi (1), sakit pencernaan pada sapi (1), sapi dan seagala penyakitnya (1), sapi gak selara makan (1), sapi potong dan penyakitnya (1), sebutkan dan jelaskan tentang jenis-jenis kutu rusa (1), Segala jenis penyakit sapi (1), solusi penyakit mulut pada sapi perah (1), tanda dan gejala penyakit trypanosoma (1), Tanda/gejala anak sapi yg cacingan (1), tata cara pengobatan luka pada ternak sapi (1), www obat sapi bekas diglonggong (1), pengobatan penyakit antra pada sapi (1), penyakit jenis sapi (1), penyakit kelamin pada manusia dan cara penanggulangannya (1), penyakit kuku pada manusia (1), penyakit kutu pada sapi (1), penyakit kutu sapi (1), penyakit lumpuh pada sapi simental jantan (1), penyakit sapi kurus (1), PENYAKIT MATA PADA SAPI OBATNYA (1), penyakit pada hewan (1), penyakit pada sapi dan cara penanggulangannya (1), penyakit hewan ternak potong yang disebabkan oleh cacing (1), penyakit gastrointestinal karena cacing pada ruminansia (1), pengobatan sapi pincang (1), penjelasan ruminansia (1), penyakit akibat gangguan pencernaan makanan pada ruminansia (1), penyakit antraks pada sapi (1), penyakit bakteri pada hewan (1), penyakit bakteri pada ruminansia (1), penyakit bakterial pada hewan (1), penyakit cacing sapi (1), penyakit dan pengobatan pada ternak sapi pedaging (1), penyakit disebabkan parasit pada sapi (1), penyakit pada sapi dan penanganannya (1), penyakit pada ternak sapi dengan gejala kembung paru-paru belang hati bengkak (1), penyakit ternak pdf (1), penyakit yang di sebabkan oleh trypanosoma (1), penyakit yang disebabkan cacing gastrointestinal pada sapi (1), penyakit yang disebabkan oleh bakteri pada hewan (1), penyakit yang disebabkan oleh bakteri pada hewan ternak (1), Penyakit yang disebabkan oleh daging sapi (1), penyakit yang ditimbulkan dari kotoran sapi (1), penyakit yang menyerang pada sapi perah (1), penyakit yang sering menyerang ruminansia (1), cara pengendalian penyakit pada sapi (1), penyakit sura pada kuda dan pengobatanya (1), penyakit sapi yang di sebabkan oleh virus (1), penyakit pada ternak yang disebabkan oleh bakteri (1), penyakit panas pada ternak sapi dan cara penanggulangannya (1), penyakit parasit pada sapi (1), penyakit parasit yang dialami oleh kerbau (1), penyakit paru paru pada sapi (1), penyakit pencernaan pada hewan ruminansia (1), penyakit sapi dan obatnya (1), penyakit sapi dan pencegahannya (1), penyakit sapi mata (1), Penyakit sapi serta obat nya (1), penyakit-penyakit bakterial pada ternak dan cara penularanya (1), ciri ciri paru sapi sehat (1), efek dari penyakit cacing sapi (1), efek gigitan lalat (1), foto foto sapi sakit (1), gambar dan jenis-jenis penyakit pada hewan rumeniansia (1), gambar hewan ruminansia (1), Gambar macam2 lembu (1), gambar macam2 sapi potong (1), gambar sapi yang terserang caplak (1), gambar-gambar penyakit pada sapi (1), gangguan gangguan pada kulit serta cara penanggulangannya (1), gejala gejala penyakit surra pada etrnak (1), ebook ciri-ciri daging keras pada ternak (1), dampak hewan sapi yang terlalu kurus (1), ciri ciri sapi yang lumpuh (1), ciri daging sapi berpenyakit (1), ciri-ciri pedet limosin (1), ciri-ciri penyakit sapi dan cara mengobatinya (1), ciri2 brusella sapi (1), ciri2 lembu kena racun (1), ciri2 sapi sakit dan sehat (1), contoh bakteri yang menguntungkan bagi hewan (1), contoh makalah bakteri penyakit pada ternak (1), daerah peternakan sapi potong (1), daftar obat untuk ternak sapi dan kegunaannya (1), Gejala penyakit anthrax pada manusia dan pencegahannya (1), gejala penyakit fasciola hepatica (1), jenis dan fungsi obat untuk ternak sapi (1), jenis hewan dan penyakit yang ditimbulkan dan penanggulangan atau pengobatan penyakit itu apa (1), jenis jenis penyakit pada hewan rumenansia (1), jenis jenis penyakit sapi perah (1), jenis kutu pada ternak sapi (1), jenis mikroba yang tidak parasit (1), jenis obat suntik sapi lumpuh (1), jenis obat untuk sapi (1), jenis penyakit dan obat sapi (1), jenis penyakit hewan dan cara mengatasinya (1), Jenis penyakit menular & tidak menular pada ternak (1), jenis bakteri pada hewan ternak (1), jenis antibiotik untuk cacing hati (1), gejala penyakit mata sapi (1), gejala penyakit mulut dan sapi (1), gejala penyakit pada sapi (1), gejala penyakit parasit darah sapi (1), Gmn cara ngtsi penyakit sapi cacingan (1), hewan sapi yang kurus (1), hewansapi (1), jelaskan daur hidup dari cacing hati (fasciola hepatica) dan bagaimana cara pencegahannya (1), jeni-jenis penyakit dan cara mengatasinya (1), jeni-jenis penyakit menular pada ternak (1), jenis antibiotik injeksi untuk ternak (1), jenis penyakit menular dan tidak menular pada hewan (1), cari penyakit pada hewan (1), 10 jenis penyakit menular pada ternak (1), artikel penyakit cacing hati (1), artikel penyakit ternak (1), atasi nafsu makan sapi (1), BAGAIMANA CARA MENGATASI lembu (1), BAGAIMANA CARA MENGATASI lembu yang susah makan (1), bagaimana gejala klinis penyakit antrax (1), Bakteri penyakit surra (1), bakteri penyebab penyakit ternak (1), bakteri penyebab penyakit ternak sapi (1), Bentuk lambung sapi (1), berbagai jenis radang pada hewan (1), artikel obat kutu sapi (1), artikel ciri ciri sapi cacingan (1), 10 jenis penyakit pada hewan (1), 10 macam jenis penyakit kulit pada hewan (1), 10 macam penyakit ternak (1), 3 penyakit kulit pada sapi potong (1), ancaman yang muncul dari usaha ternak sapi (1), apa akibatnya parasit terjadi pada ternak sapi (1), apa nama obat kutu sapi (1), apa nama obat sakit mata untuk sapi ternak (1), apa peencegahan terhadap penyakit surra pada tranak (1), apa penyebab kulit sapi mengelupas (1), apa yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh cacing pita (1), berbagai macam penyakit dalam dan pencegahanya (1), berikan makala tentang penyakit surra pada ternak (1), cara mengendalikan kotoran sapi (1), cara menghilangkan kutu di badan sapi (1), cara menghilangkan kutu pada ternak sapi (1), cara mengobati sapi yang sedang sakit khususnya sakit kaki pincang (1), cara menhilangkan kutu sapi (1), cara menyembuhkan kelainan yang disebabkan oleh cacing pita (1), cara pencegahan dan penanggulangan penyakit parasit trypanosoma evansi (1), Cara pengobatan sapi sakit (1), cara penularan bakteri melalui pencernaan (1), cara penularan bakteri melalui serangga (1), cara penularan dan akibat fasciola hepatica (1), cara mengatasi ternak sapi susah minum (1), cara mengatasi sapi yang susah makan (1), berikan makalah tentang penyakit surra pada ternak (1), cacing meyerang pencernaan ternak (1), cacing pada gastrointestinal sapi (1), cacing pada paru-paru sapi (1), cara basmi kutu sapi (1), Cara menangani sapi cacingan (1), cara menangani ternak sapi lumpuh (1), cara mengantisipasi lalat pada sapi (1), cara mengatasi lembu bali yang sakit perut (1), cara mengatasi penyakit mata pada sapi (1), cara mengatasi sapi sulit makan (1), carahilangkanpenyakitcacingsapi (1), kumpulan penyakit pada ternak (1), macam penyakit pada ternak sapidan cara penanggulangannya (1), macam penyakit sapi potong (1), macam-macam bakteri penyebab penyakit pd ternak (1), macam-macam bentuk dari ruminansia besar (1), macam-macam cacing sapi potong (1), macam-macam jenis mikroba yang parasit (1), macam-macam obat sapi (1), macam-macam parasit di udara yang menyebabkan penyakit pada ternak (1), macam-macam penyakit bakterial pada ternak (1), macam-macam penyakit kulit cara penularan dan pengobatannya (1), macam-macam penyakit menular beserta penyebab dan penanganannya (1), macam penyakit manusia beserta penyebab gejala cara penularan cara pencegahan (1), macam parasit pada organ pernafasan hewan pdf (1), kutu sapi pada manusia (1), laporang radang albin martinis pada sapi perah (1), larutan untuk menghilangkan kaki sapi (1), Luka pada kaki sapi (1), Macam istilah dalam ilmu ternak potong (1), macam macam penyakit pada sapi kesehatan (1), macam macam penyakit ternak (1), macam obat dan penyakit ternak sapi (1), MACAM OBAT HERBAL UNTK SAPI LUKA (1), macam obat hewan (1), macam parasit gastrointestinal pada ruminan (1), Macam-macam penyakit sapi potong (1), macam-macam penyakit ternak sapi dan cara mengobati nya dengan obat tradisional (1), makalah tentang macam-macam penyakit pada hewan dan cara pencegahannya (1), makalah tentang penyakit surra yang menyerang ternak kuda (1), Menangani lembu yang sakit (1), mengapa cacing pita tidak hancur dalam tubuh hewan (1), Mengatasi lumpuh pada sapi (1), mengatasi sapi kurang napsu makan (1), mengatasi sapi yang kurus (1), Menggapa sapi nafsu makan turun (1), Mengkonsumsi hati sapi mengurangi penyakit mata (1), mengobati kaki sapi pincang (1), Mengobati penyakit kuku pada hewan ternak sapi secara tradisional (1), makalah tentang cara pencegahan infeksi fasciola hepatica (1), makalah penyakit Surra (1), macam-macam penyakit yang tidak menular pada ternak (1), macam-macam sapi pdf (1), Macam2 obat buat sapi (1), macam2 penyakit pencernaan sapi (1), makala pnyakit surra (1), makalah 5 macam penyakit menular (1), makalah manajemen penyakit pada pedet dan sapi dara ppt (1), makalah penyakit antraks pada sapi (1), makalah penyakit antrax pada sapi (1), Makalah penyakit pada ternak sapi (1), makalah penyakit sura (1), Mengobati sapi susah makan (1), kesehatan ternak sapi pdf (1), jenis penyakit menular pada hewan (1), jenis penyakit yang serin menyeran ternak kuda (1), jenis penyakit yang umum menular pada hewan (1), jenis pnyakit yg tidak menular pada ternak (1), jenis virus pd ternak (1), jenis-jenis bakteri pada feses kambing (1), jenis-jenis bakteri yang menyerang berbagai ternak (1), Jenis-jenis mikroba yang bukan parasit dan penyebabnya (1), jenis-jenis obat pada hewan (1), jenis-jenis obat sapi (1), jenis-jenis obat untuk ternak sapi (1), jenis-jenis penyakit hewan dan gejala (1), jenis penyakit yang menyerang ternak mamalia (1), jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri pada hewan (1), jenis penyakit pada hewan rumenansia dan cara pengobatannya (1), jenis penyakit pada sapi beserta penyebabnya (1), jenis penyakit pada sapi dan penyebabnya (1), jenis penyakit pada ternak dan cara penanggulangannya (1), jenis penyakit pada ternak yang menular (1), jenis penyakit pada tulang kaki sapi (1), jenis penyakit sapi dan cara penanggulangannya (1), jenis penyakit sapi dan jenis obat yang bisa menyembukannya ???? (1), jenis penyakit sapi ternak (1), jenis penyakit ternak sapi bali (1), jenis penyakit tidak menular pada ternak (1), jenis-jenis penyakit pada hewan berkaki empat (1), jenis-jenis penyakit pada sapi perah (1), jurnal bakteri terdapat pada luka 2010 (1), jurnal mengenai penyakit kulit pada hewan (1), jurnal penyakit hewan karena bakteri (1), jurnal penyakit kutu yang menyerang ternak sapi (1), jurnal tentang bloat (1), jurnal tentang bloat sapi bali (1), karya tulis tentang hewan ruminansia (1), kasus penyakit hewan dan obatnya (1), kasus penyakit mulut dan kuku pada kelinci (1), kelainan penyakit pada paru-paru dan cara penanggulangannya (1), kerugian bagi lembu (1), jurnal bakteri pada usus sapi tahun 2010 (1), Jurnal bakteri pada kuda (1), jenis-jenis penyakit pada ternak yang di sebabkan oleh bakteri (1), jenis-jenis penyakit pada ternak yang menular pada manusia (1), jenis-jenis penyakit pada ternaka sapi potong (1), jenis-jenis penyakit ternak yang menular dan tidak menular (1), jenis-jenis penyakit tidak menular pada ternak (1), jenis-jenis ternak sapi poton beserta gambar dan keterangannya (1), jenis-penyakit ternak sapi dan cara menanganinya (1), jenis2 obat buat sapi dan kegunaannya (1), jenis2 penyakit pada sapi (1), Jenis2 penyakit sapi dan penanggulangannya (1), jenis_jenis penyakit menular dan tidak menular pada ternak (1), kesehatan sapi potong ppt (1)

Artikel Terkait:

  1. Penyakit Sapi : Peluang Usaha Sapi Potong
  2. Pemeliharaan Sapi Muda dan Sapi Dewasa : Peluang Usaha Sapi Potong
  3. KARAKTERISTIK KOMODITAS SAPI POTONG : PELUANG USAHA SAPI POTONG
  4. Teknik Pemeliharaan Sapi : Peluang Usaha Sapi Potong
  5. Bakalan sapi : Peluang Usaha Sapi Potong