GAMBARAN UMUM PERDAGANGAN BAHAN BANGUNAN
Perkembangan usaha perdagangan bahan bangunan erat kaitannya dengan perkembangan sektor konstruksi yang merupakan pemakai utama bahan bangunan terutama konstruksi bangunan dan sipil.
Sektor konstruksi memiliki peranan yang besar dalam perekonomian suatu negara karena kontribusinya terhadap penyediaan lapangan pekerjaan, permintaan berbagai barang dan jasa untuk menunjang perkembangan sektor ini. Sektor tersebut peka terhadap pergerakan aktivitas dunia usaha secara umum, di mana pergerakan sektor konstruksi cenderung mendahului pergerakan ekonomi secara umum.
Sektor konstruksi menempati posisi strategis dalam penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data BPS, jumlah karyawan tetap yang diserap pada tahun 1998 mencapai 192 ribu orang, sedangkan tahun 2002 men¬yerap 228 ribu orang, atau rata-rata naik 7,1% per tahun. Di samping tenaga kerja tetap, juga tidak kalah penting adalah penyerapan tenaga kerja harian lepas, seperti tukang batu, tukang kayu, tukang gali, tukang cat dan sebagainya.
Sektor konstruksi merupakan sektor usaha yang sangat terpuruk akibat krisis ekonomi yang dimulai akhir 1997 yang lalu dan hingga akhir 2003 ini masih belum juga pulih. Masa yang paling sulit dialami pada tahun 1998 dimana sektor ini mengalami kontraksi hingga 36%. Akibatnya, banyak proyek yang dihentikan pengerjaannya, diundurkan atau ditunda. Perusahaan-perusahaan real estate menghentikan pembangunan perumahan barunya, karena saat itu bunga bank meroket hingga 70%. Pada periode krisis tersebut, banyak bank yang tidak mau membiayai sektor perumahan maupun konstruksi. Meskipun perekonomian sudah mulai bangkit sejak 2000, namun sektor konstruksi masih belum sepenuhya pulih, sejalan dengan pemulihan ekonomi secara umum yang masih sangat lambat.
Perkembangan sektor konstruksi digambarkan oleh perkembangan PDB-nya yang mulai meningkat lebih nyata sejak 2001 lalu.
PDB sektor konstruksi dinilai dengan harga konstan tahun 1993
|
Tahun |
PDB Sektor kostruksi (Rp’milyar) |
Pertumbuhan (%) |
|
1997 |
35.346,4 |
- |
|
1998 |
22.465,3 |
-36,4 |
|
1999 |
22.035,6 |
1,6 |
|
2000 |
23.278,7 |
1,9 |
|
2001 |
24.259,1 |
3,9 |
|
2002 |
25.255,3 |
2,8 |
|
Sumber : BPS/Data Consult |
||
Sekitar 25-30% dari nilai produksi jasa konstruksi adalah untuk konstruksi bangunan terutama untuk pembangunan gedung komersial dan pembangunan perumahan. Data dari Badan Pusat Statistik yang mencakup pembangunan yang dilakukan oleh kontraktor-kontraktor ukuran menengah besar, memperlihatkan nilai konstruksi yang praktis tidak banyak berubah dalam tiga tahun terakhir ini. Tabel berikut juga memperlihatkan bahwa secara nasional nilai konstruksi yang paling besar berasal dari proyek konstruksi gedung-gedung komersil baru diikuti oleh pembangunan perumahan.
Perkembangan nilai jasa konstruksi bangunan, 1998-2002
( dalam milyar rupiah)
Tahun |
Perumahan |
Komersial |
||
|
1998 |
1,631 |
6,677 |
||
|
1999 |
710 |
3,911 |
||
|
2000 |
1,245 |
4,306 |
||
|
2001 |
1,405 |
4,839 |
||
|
2002 |
1,226 |
3,578 |
||
|
Sumber: BPS |
||||
Disamping dipengaruhi oleh perkembangan industri pemakainya yaitu konstruksi, perkembangan usaha perdagangan bahan bangunan juga dipengaruhi oleh ketersediaan bahan bangunan yang akan dijual terutama yang berasal dari produksi dalam negeri. Hampir seluruh jenis bahan bangunan sudah dapat diproduksi didalam negeri terutama bahan sebagai berikut: semen, besi beton, pipa besi dan pipa PVC, keramik lantai, genting dan sanitair, kayu lapis dan kayu gergajian, cat, kaca dan lain-lain. Dengan demikian perkembangan berbagai industri bahan bangunan tersebut juga mendorong tumbuhnya usaha perdagangan bahan bangunan.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
perdagangan bahan bangunan (59), dagang bahan bangunan (12), cara berdagang bahan bangunan (12), cara dagang matrial (5), perdagangan material bangunan (3), bisnis perdagangan bahan bangunan di indonesia (2), peluang usaha bahan konstruksi (2), data statistik bahan bangunan (2), bahan bangunan terhadap pembangunan (1), perdagangan secara umum (1), perkembangan penyediaan material konstruksi bangunan tahun 2011 (1), prospek perdagangan material (1), prospek usaha bahan bangunan konstruksi 2012 (1), prospek usaha perdagangan bahan bangunan di tahun 2012 (1), tabel bahan bangunan terhadap pembangunan (1), perbandingan data sektor kontruksi perekonomian indonesia tahun 2002 dan 2012 (1), pengembangan industri penyediaan material bangunan tahun 2012 (1), Cara bisnis berdagang matrial bangunan (1), gambaran umum mengenai usaha dagang bahan bangunan (1), GAMBARAN UMUM TAHUN 2012 USAHA KONSTRUKSI DI INDONESIA (1), gambaran umum tentang perdagangan di indonesia tahun 2010 dan 2011 (1), gambaran umum usaha jasa konstruksi (1), industri bahan bangunan dan umum (1), istilah perdagangan bahan bangunan (1), outlook industri penyediaan material bangunan 2012 (1), tips trik berdagang bahan bangunan (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply