ASPEK PEMASARAN USAHA SAPI POTONG : Pengusaha Peternakan Sapi Potong
ASPEK PEMASARAN USAHA SAPI POTONG : Pengusaha Peternakan Sapi Potong : Pada saat ini, penyedia daging sapi bagi kebutuhan konsumen di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu peternakan rakyat, para importir sapi yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Feedloters Indonesia (APFINDO) dan para importir daging yang bergabung dalam Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (ASPIDI). Ketiga kelompok mempunyai peran yang berbeda-beda.
Awalnya pemenuhan permintaan daging dapat dipenuhi dari peternakan rakyat. Akan tetapi dengan semakin tinggi populasi masyarakat Indonesia maka kemampuan peternakan rakyat untuk memenuhi permintaan daging makin rendah. Hal ini mendorong pemerintah untuk melakukan impor sapi bakalan untuk digemukkan di dalam negeri selama beberapa bulan. Dengan adanya pengusaha importir sapi ini diharapkan adanya tambahan pasokan 10-20% sapi betina produktif sebagai calon induk. Akan tetapi dalam pelaksanaannya menunjukkan bahwa para importir sapi tidak mentaati ketentuan tersebut dan sebagian menjual sapinya dengan cepat dan tidak ada importir yang memasok sapi betina produktif untuk dikembangbiakkan. Target pemasaran sapi potong tersebut ke wilayah perkotaan yang memiliki Rumah Potong Hewan (RPH) seperti Jabotabek, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung dan kota-kota lain di luar pulau Jawa.
Segmen pasar dari APFINDO ini cenderung ke masyarakat, sehingga hal ini dapat memicu persaingan dengan peternakan rakyat.
Adapun keberadaan importir daging adalah untuk memenuhi segmen pasar tertentu terutama konsumen-konsumen yang membutuhkan daging dengan kualitas tinggi yang tidak dapat diproduksi dalam negeri. Peningkatan impor sapi-sapi dan daging yang sangat tajam menimbulkan berbagai kekhawatiran terutama pada Direktorat Jenderal Peternakan karena harga yang dijual oleh para importir jauh lebih murah daripada daging lokal walaupun masih dikenakan bea masuk dan pajak.
Kondisi tersebut akan membawa dampak negatif bagi perkembangan peternakan rakyat. Ditjen Peternakan berusaha untuk mengantisipasi keadaan tersebut dengan menetapkan suatu kebijakan yang mengatur kebutuhan daging pada tahun 1995 dalam pertemuan tahunan Ditjen Peternakan dengan seluruh Dinas Peternakan Propinsi serta kedua asosiasi yaitu APFINDO (Importir Sapi) dan ASPIDI (Importir Daging) di Lampung.
Rumusan kebijaksanaan tersebut kemudian dikenal dengan “Tiga Ung” disingkat Gaung sebagai berikut (Nalapraya, 2000).
-
Peternakan rakyat tetap merupakan “tulang punggung” (target 90%)
-
Industri peternakan rakyat menjadi “pendukung” (target 9%)
-
Impor daging sebagai “penyambung” supplai demand (target 1%)
Beberapa perusahaan besar yang berkecimpung dalam usaha penggemukan sapi potong adalah PT Tipperary Indonesia, PT. Great Giant Livestock Co, PT. Suntoryfood Co., PT. Lembu Jantan Perkasa dan PT. Lembu Satwa Prima.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
pemasaran sapi potong (137), pemasaran sapi (65), pemasaran daging sapi (64), usaha sapi potong (43), pengusaha peternakan (26), ternak lembu (19), peternakan sapi potong (17), asosiasi peternak sapi (16), pt lembu satwa prima (15), kelompok peternak sapi potong (15), Pengusaha peternakan sapi (13), pemasaran ternak sapi potong (12), pasar sapi potong (10), pasar daging sapi (10), cara memasarkan daging sapi (10), perkembangan peternakan sapi di indonesia (8), aspek pemasaran sapi potong (7), www manajemen pemasaran sapi potong (4), cara pemasaran daging sapi (3), artikel pemasaran sapi potong (2), mkalah pemasaran sapi potong (2), manajemen perusahaan sapi potong (2), manajemen pemasaran pada peternakan (2), Rumus sukses usaha ternak (2), asosiasi peternak sapi potong (2), peternak sapi potong (1), PT Tipperary Indonesia (1), penggemukan sapi potong proposal (1), www pemasaran kulit sapi com (1), struktur organisasi perusahaan daging (1), proses pemasaran sapi potong (1), pengusaha daging sapi di surabaya (1), proposal pengaruh inflasi terhadap usaha penggemukan sapi potong (1), Perusahaan besar sapi potong di indonesia (1), usaha sapi sukses (1), Peternak sapi sukses (1), pengusaha sukses ternak sapi semarang (1), penjualan sapi potong di jogja (1), peranan aspek ekonomi dan pemasaran sapi potong (1), target pasar daging sapi (1), peranan aspek ekonomi sapi potong (1), peternak sapi potong sukses di indonesia (1), Rumus usaha ternak lembu (1), pemsar sapi potong di indonesia (1), pemasaran perternakan sapi (1), cara pemasaran sapi potong (1), artikel pemasaran sapi (1), budidaya sapi potong 9 aspek teknis) (1), bisnis ternak sapi potong yogyakarta (1), aspek-aspek pembibitan sapi potong (1), aspek teknis usaha sapi potong (1), aspek pemasaran sapi perah (1), aspek ekonomi sapi potong (1), aspek ekonomi sapi (1), Asosiasi peternakan Bali (1), asosiasi pengusaha peternakan (1), contoh company profile perusahaan rph (1), dampak negatif dari peternakan sapi potong (1), data penjualan sapi potong (1), pangsa pasar sapi potong jatim (1), organisasi petani sapi (1), menejemen penjualan sapi (1), manajemen penjualan sapi (1), Manajemen pemasaran sapi ternak (1), manajemen pemasaran peternakan (1), manajemen bisnis daging sapi (1), makalah tentang pemasaran ternak sapi potong (1), konsumen usaha penggemukan sapi (1), kiat sukses dalam berbisnis sapi impor (1), Kesuksesan lembu jantan (1), artikel riset pemasaran (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply