Pengendalian gulma. Pengendalian gulma pada tanaman belum menghasilkan dipusatkan di sekitar barisan tanaman. Pada tahap awal, daerah di sekitar pangkal batang dibebaskan dari gulma. Dengan bertambahnya umur tanaman pada daerah yang dibebaskan dari gulma adalah daerah 1 meter sebelah kiri dan kanan barisan tanaman. Dengan cara demikian maka kegiatan pemeliharaan selanjutnya dan penyadapan dapat dilakukan dengan mudah.

Pada masa TBM, pengendalian gulma lebih banyak menggunakan cara manual yaitu dengan mencabut/membersihkan gulma secara langsung dengan tangan/kored. Pada saat yang bersamaan juga dilakukan pengaturan tanaman penutup tanah yang melilit batang karet. Cara pengendalian dengan menggunakan herbisida hanya dilakukan secukupnya saja.

Pemupukan. Pemupukan pada TBM berfungsi untuk mempercepat tanaman mencapai matang sadap. Pada umumnya unsur yang diberikan adalah N, P, K dan Mg dengan dosis sesuai anjuran daerah setempat. Pupuk ini diberikan dua kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Jika dirasa perlu, penggunaan pupuk daun juga dapat dilaksanakan. Dosis pupuk bagi TB, TBM, maupun TM disajikan pada Tabel di bawah ini.

Umur

Tanaman

Kebutuhan Pokok

Urea

SP-36

KCl

Urea

SP-36

KCl

…… (gram/pohon)…….

…… (gram/pohon)………

TB

50

100

-

25

50

-

TBM 1

236

100

100

118

50

50

TBM 2

333

267

150

160

123

75

TBM 3

381

267

200

175

128

92

TBM 4

429

333

200

188

147

88

TBM 5

476

333

200

200

140

84

TM 1 – 25

524

333

350

265

170

175

Irigasi dan pemberian mulsa. Pemberian irigasi pada tanaman belum menghasilkan jarang sekali dilakukan. Untuk mengurangi tingkat evapotranspirasi di sekitar pertanaman, maka pada daerah perakaran tanaman diberikan mulsa jerami. Dari beberapa penelitian perlakuan ini akan mengurangi evapotranspirasi, menurunkan suhu tanah dan meningkatkan ketersediaan air dalam tanah. Pemberian mulsa ini dapat dilakukan sejak awal tanaman ditanam di lapang sampai tajuk tanaman sudah saling menutup.

Pembentukan bidang sadap. Pembentukan bidang sadap dilakukan dengan dua cara di bawah ini.

  1. Untuk klon yang cenderung membentuk cabang digunakan cara pembuangan tunas. Semua tunas yang tumbuh di bawah ketinggian 2,5 m dipotong/dibuang sehingga batang tanaman akan tumbuh dengan baik (tinggi dan lurus).
  2. Untuk klon yang sulit membentuk cabang/tunas maka dilakukan pemenggalan (topping) pada ketinggian 2,5 m atau penguncupan (pengikatan daun-daun dalam satu payung) pada ketinggian 2,5 m. Dengan cara demikian diharapkan akan tumbuh tunas dan menghasilkan bidang sadap yang baik.

Pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara rutin dengan memperhatikan tingkat serangan yang terjadi. Untuk mengetahui akan terjadinya serangan hama/penyakit sejak awal maka perlu dilakukan pengontrolan tanaman secara rutin (early warning system). Pada cara ini terdapat tim yang bertugas mengidentifikasi tingkat serangan dan tim pengendalian serangan hama/penyakit.

Pada tanaman belum menghasilkan lebih banyak mengalami serangan penyakit dari pada hama. Penyakit yang sering menyerang tanaman karet pada umumnya adalah rayap (Coptotermes sp), yang dapat diberantas dengan menggunakan Chlordane 8 EC atau Basudin 6 0 EC dengan konsentrasi 0,3%. Sementara itu hama Kuuk (Exopholis hypoleuca) dapat diberantas dengan Basudin 10 G.

Penyakit tanaman karet lainnya yang seringpula ditemukan pada antara lain.

  1. Cendawan akar merah (Ganoderma pseudoferrum) dapat diberantas dengan collar protectant.
  2. Penyakit daun Gloesporium pada TBM, dapat diberantas penyemprotan larutan KOC, misalnya Cabak dengan konsentrasi 0,1% atau Daconil 75 wp dengan konsentrasi 0,1 sampai 0,2%. Sementara itu, jika menyerang TM, dapat diberantas dengan sistem fogging menggunakan Daconil atau fungisida lainnya.
  3. Cendawan akar putih (Rigidonporus lignosus), dapat diberantas dengan Fomac 2 atau Shell Collar Protectant atau Calixin Collar Protectant.
  4. Penyakit jamur upas (Corticum salmonikolor) dapat diberantas dengan Calixin Ready Mix 2%.
  5. Penyakit bidang sadapan Mouldyrot dapat diberantas dengan Benlate konsentrasi 0,1 – 0,2 % atau Difolan 4F konsentrasi 1 – 2 %.
  6. Penyakit bidang sadapan kanker garis (Phytophora palmivora) diberantas dengan Difolatan 4 F konsentrasi 2 – 4 %.

Sensus dan konsolidasi tanaman. Sensus tanaman bertujuan untuk mengetahui jumlah dan kondisi tanaman yang ada di lapang. Dengan demikian dapat diketahui berapa jumlah tanaman yang harus disulam (konsolidasi tanaman). Kegiatan sensus tanaman akan terus dilakukan sampai tanaman menghasilkan, sedangkan penyulaman hanya dilakukan sampai tanaman berumur 4 tahun.

Pemeliharaan jalan produksi. Pemeliharaan jalan secara rutin dilaksanakan dengan selang/rotasi pemeliharaan 6 bulan sekali. Pada kondisi khusus (curah hujan tinggi) dapat saja perbaikan/peningkatan mutu jalan dilakukan di luar jadwal yang telah ditentukan. Pemeliharaan jalan ini dapat berupa penimbunan/pemadatan, pemeliharaan saluran dan perbaikan badan jalan.

Pengukuran lilit batang. Pengukuran lilit batang dilakukan untuk melihat perkembangan pertumbuhan tanaman dan terutama untuk menentukan waktu matang sadap. Pengukuran ini secara rutin dilakukan 6 bulan sekali pada semua tanaman yang ada di lapangan. Dengan dilakukannya pengukuran lilit batang ini dapat dipersiapkan jumlah peralatan dan tenaga kerja penyadap yang diperlukan.

Secara umum setiap tahun lilit batang tanaman karet akan bertambah antara 10 sampai 12 cm. Tanaman karet baru dapat disadap jika (1) lilit batangnya pada ketinggian 1 m dari pertautan lebih besar atau sama dengan 45 cm dan (2) 60% dari populasi.

Technorati : , ,
Del.icio.us : , ,
Zooomr : , ,
Flickr : , ,

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

pemupukan karet tbm (89), pemeliharaan TBM karet (38), tanaman belum menghasilkan (35), sensus tanaman (25), pemupukan tbm karet (23), pupuk karet (16), TBM karet (13), sensus tanaman karet (12), pemeliharaan karet TBM (11), sensus tanaman perkebunan (10), pemeliharaan tanaman karet belum menghasilkan (10), pemeliharaan tbm (8), budidaya pengolahan tanaman sawit dan karet (8), Dosis pupuk karet (7), sensus tanaman kopi (7), TBM TANAMAN KARET (7), pengelolaan tanaman perkebunan (6), Tujuan pemeliharaan TBM karet (6), cara pemupukan karet (5), pemeliharaan tanaman sawit (5), Tanaman belum menghasilkan karet (5), perawatan sawit tbm (5), perawatan tbm (4), dosis pemupukan karet (4), makalah tbm (3), dosis pupuk karet tbm (3), budidaya karet belum menghasilkan (2), binaukm com/2010/04/pengelolaan-tanaman-belum-menghasilkan-tbm-dalam-usaha-budidaya-tanaman-karet/ (2), kesimpulan makalah karet (2), rayap pada karet (2), rayap di pohon sawit (2), jadwal penanaman tanaman kopi (2), pengendalian gulma pada tanaman belum menghasilkan dan tanaman menghasilkan (2), cara mempercepat petumbuhan tanaman pohon karet (2), Pemupukan dan Merawat pohon karet (2), teknik pemeliharaan tanaman karet yang belum menghasilkan dan yang sudah menghasilkan (2), tumbuhan yang belum menghasilkan (2), Penyakit pada karet TBM (1), Penjelasan tentang pemberian Perlakuan khusus pada tanaman (1), perlakuan terhadap penyakit tanaman karet (1), perlakuan khusus tanaman sawit (1), perlakuan dan sensus tanaman produksi (1), penyakit tanaman karet yang belum menghasilkan (1), penjurnalan tanaman belum menghasilkan dalam akuntansi (1), perawatan sawit masa pertumbuhan (1), perlakuan akuntansi untuk tanaman yang belum menghasilkan (1), penyakit batang pada TBM 3 tanaman karet (1), perlakuan akuntansi terhadap tanaman yang belum menghasilkan (1), peraturan tanaman belum menghasilkan (1), proses topping pada tanaman karet (1), Pupuk karet TBM (1), www pemeliharaan tanaman karet tbm com (1), tehnik menyiapkan bahan dan peralatan untuk memberikan pelakuan terhadap tanaman tbm (1), teknik memberikan perlakuan pada tbm (1), Teknik pempercepat lilit batang karet (1), teknik toping pada pohon karet (1), toping tanaman teh (1), topping tanaman karet (1), TUJUAN SENSUS TANAMAN KOPI (1), umur pemenggalan karet (1), tbm (tanaman karet) (1), tanaman belum menghasilkan pelakuannya secara akuntansi (1), Tanaman belum menggasil kan (1), Pupuk npk pada karet TBM (1), pupuk sawit tbm (1), rayap tanaman karet (1), Rekomendasi pemupukan karet TBM (1), sensus pada tanaman teh (1), sensus rutin tanaman kopi (1), Sensus tanaman adalah (1), sensus tanaman manghasilkan (1), sensus tbm karet (1), www cara mengatasi hama rayap pd karet com (1), akuntansi tbm ke tm (1), Dosis anjuran umum pemupukan tanaman karet tbm dan tm (1), dosis obat untuk jamur akar pada pohon karet (1), Dosis pemupukan tanaman karet TM dan TBM (1), dosis pupuk untuk tanaman karet dan metode/cara pemupukannya (1), gulma terdapat di tm apa di tbm (1), irigasi pada pertanaman teh (1), istilah tbm pada sawit (1), jadwal kegiatan kebun pada tanaman lada (1), jadwal kegiatan kebun tanaman panili (1), jadwal kegiatan pada budidaya tanaman (1), jadwal kegiatan pemeliharaan tanaman teh (1), dosis anjuran aplikasi pemupukan untuk tanaman kopi (1), cara topping tanaman durian (1), biaya tanaman karet menghasilkan (1), cara dan dosis pemupukan karet (1), Cara kerja Sensus tanaman (1), Cara memberantas rayap pada tanaman karet (1), Cara menentukan lilit batang (1), cara merawat tanaman karet belum menghasilkan (1), Cara pembasmi rayap pd tanaman karet (1), Cara pemeliharaan dan pemupukan pohon karet (1), Cara perawatan tanaman karet TBM (1), cara sensus tanaman (1), cara toping karet yang benar (1), jadwal pupuk tanaman sawit (1), jurnal pada akuntansi tanaman belum menghasilkan (1), pembentuka cabang pada tanaman karet (1), pemberian pelakuan terhadap tanaman perkebunan (1), Pembuatan cabang karet (1), Pembuatan cabang tanaman karet (1), Mengatur memberikan perlakuan pd TBM TM sawit (1), pemupukan pohon karet (1), pemupukan tbm (1), pemupukan tbm dan tm karet (1), pengendali hama rayap putih di tanaman karet (1), pengendalian gulma dengan cara irigasi (1), pengendalian gulma pada tanaman sawit (1), Obat rayapuntuk tanaman sawit usia lima tahun (1), metode sensus pohon (1), karet belum menghasikan (1), kebutuhan pupuk karet tbm (1), kebutuhan pupuk utk pohon sawit (1), konsolidasi tanaman sawit (1), Mengapa mulsa jerami di berikan pada daerah perakaran (1), mengatasi hama rayap durian (1), mengatasi kanker pohon karet (1), mengatasi rayap dipohon sawit (1), Mengatasi rayap pada tanaman karet (1), merawatsawitbelummenghasilkan (1), metode pengolahan tanaman sawit (1), Pengertian Sensus tanaman (1)

Artikel Terkait:

  1. Pengelolaan Tanaman Menghasilkan (TM) dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet
  2. Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam Budidaya Tanaman Kopi
  3. KARAKTERISTIK TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET
  4. Teknik Budidaya Tanaman Karet dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet (tahap pembangunan kebun)
  5. PERSYARATAN TUMBUH TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET