PANEN : Dengan pemeliharaan cukup baik, Bekicot mulai dapat dipanen setelah 5-8 bulan. secara fisik dapat dilihat apabila panjang cangkang telah mencapai 8-10 Cm, maka Bekicot telah siap untuk diambil dagingnya.

Hasil utama dari ternak Bekicot adalah dagingnya, yang dapat diolah langsung dengan dibuat sate, keripik, dendeng/masakan segar lainnya dan dapat juga diolah dalam bentuk kalengan. Ada juga permintaan dalam keadan hidup. Disamping itu daging dari Bekicot ini dapat dijadikan tepung, yang pengolahannya melalui proses pengeringan terlebih dahulu.

Hasil Tambahan : Disamping diambil dagingnya, kulit/cangkang Bekicot juga laku untuk dijual. Baik untuk bahan dasar obat-obatan/dibuat tepung untuk tambahan makanan untuk hewan ternak yang membutuhkan tepung berbahan dasar yang mengandung zat kapur.

Penangkapan : Bekicot dikumpulkan di dalam kotak kardus/peti dari kayu dan jangan menggunakan karung goni karena dapat mengakibatkan kulit Bekicot pecah. Setelah dimasukkan dalam peti, pertama sekali perlu dilakukan pencucian agar terhindar dari semua kotoran dan lumpur yang melekat pada cangkangnya. Pencucian ini dengan cara menyemprot Bekicot dengan air bersih. Setelah itu, Bekicot di karantina selama 1-2 hari/malam tanpa diberikan makan agar kotoran dan lendirnya keluar sebanyak mungkin.

PASCAPANEN : Setelah dilakukan penagkapan dan pengumpulan Bekicot lalu dilakukan penyortiran dengan jalan membuang Bekicot yang mati atau terlalu kecil untuk diolah. Kemudian dilakukan penggaraman, dengan memberikan garam 10-15% dari berat total Bekicot, dengan cara diaduk rata. Penggaraman dapat mematikan Bekicot sekaligus mengeluarkan lendir sebanyak mungkin.

Setelah melalui tahapan penggaraman, segera direbus dengan air garam 3% selama 10 menit, kemudian diangkat dan disemprot dengan air dingin, baru dilakukan pencukilan daging. Perebusan kedua dilakukan setelah bagian perut dibuang dan kotoran lainnya dalam larutan garam 3%. Cara ini bertujuan untuk menghilangkan lendir dan daging menjadi lebih lunak. Kemudian daging tersebut dibungkus dan dikemas dalam karton.

Daftar Bacaan

Kusnin Asa. 1984. Budidaya Bekicot. Bhratara Karya Aksara. Jakarta

Pinus L. 1988. Beternak Bekicot untuk Perancis, dalam Trubus, Febuari

Victor Zebua (1988). Bekicot Melimpah Cacing Daun Bertingkah, dalam Harian Kedaulatan Rakyat, 17 September 1988.

Naryo Sadhori S. 1997. Teknik Budidaya Bekicot. Balai Pustaka. Jakarta.

KONTAK HUBUNGAN

Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS JI.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829, Fax. 021 390 9829

Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, JI. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 916669, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id

Jakarta, Maret 2000

Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

Editor : Kemal Prihatman

Technorati : , ,
Del.icio.us : , ,
Zooomr : , ,
Flickr : , ,

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

cara menghilangkan lendir bekicot (6), panen bekicot (4), Cara menghilangkan lendir bekecot (2), Cara hilangkan lendir bekicot (1), cara mengeluarkan lendir bekicot (1), cara menghilangkan lendir pada bekicot (1), panen ternak bekicot (1)

Artikel Terkait:

  1. TEKNIK PEMELIHARAAN BEKICOT DALAM BUDIDAYA TERNAK BEKICOT
  2. Analisa Usaha Budidaya Ternak Bekicot
  3. Bekicot menjijikan namun menguntungkan ( teknik Budidaya Bekicot )
  4. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA TERNAK BEKICOT
  5. Peluang Usaha Pembuatan Tepung Bekicot