Pembinaan Produksi Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) (Kodok Lembu)
Pembinaan produksi dalam jangka pendek bertujuan memperkenalkan dan menyebarluaskan usaha budidaya kodok ke daerah-daerah potensial. Dalam tahap ini akan dilaksanakan pengenalan dan penerapan teknologi budidaya kodok kepada petani dan pengusaha. Bersamaan dengan itu Direktorat Jendral Perikanan (1990) akan menjamin ketersediaan percil melalui suatu mekanisme sebagai berikut.
- Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) akan memproduksi calon-calon induk dari spesies Rana catesbiana dan mengupayakan kebutuhan “Grand Parent Stock” untuk menghasilkan calon induk. Calon-calon induk tersebut disebarkan kedaerah-daerah pengembangan untuk digunakan sebagai induk pembenihan di BBI Sentral/Lokal.
- BBI Sentral/Lokal membesarkan calon induk kodok yang diperoleh dari BBAT. Dengan hanya menggunakan induk-induk dari BBAT maka BBI akan memproduksi berudu, Kemudian berudu dibesarkan kepada petani pendeder untuk dipelihara sampai menjadi percil.
- Pendederan dilakukan oleh petani pendeder. Petani pendeder hanya boleh memperoleh berudu dari BBI. Petani pendeder tidak diperbolehkan memproduksi berudu sendiri. Petani pendeder hanya diperbolehkan membesarkan berudu menjadi percil. Hasil percil tersebut disalurkan kepada petani/pengusaha pembesaran.
- Pengusaha/petani pembesaran memperoleh percil dari petani pendeder. Percil akan dibesarkan untuk memperoleh kodok konsumsi. Kodok konsumsi tidak boleh dijadikan induk kecuali setelah melalui seleksi oleh BBAT.
Mekanisme tersebut dilaksanakan dengan maksud sebagai sarana pengendali mutu benih kodok unggul. Mekanisme pembinaan produksi dilakukan secara jangka pendek (terdapat pada gambar).

Di lain pihak pembinaan jangka panjang bertujuan untuk mengembangkan usaha budidaya kodok lembu pada tingkat usaha yang lebih massal dan komersial dimana mekanisme penyediaan dan distribusi percil hampir seluruhnya ditangani oleh swasta. Dalam pola ini pengusaha pembenihan swasta diijinkan untuk mendapatkan “Grand Parent Stock“. Walaupun demikian keterkaitan instansi baik dipusat maupun daerah tetap berperan, terutama dalam bidang pengawasan mutu percil dan produksi kodok konsumsi (terdapat pada gambar).

Untuk memperluas kesempatan berusaha dan lapangan kerja maka untuk pengadaan berudu dan percil seyogyanya dilakukan melalui spesialisasi usaha. Dengan demikian akan timbul spesialisasi usaha pembenihan yang menghasilkan berudu, usaha pendederan yang menghasilkan percil dan usaha pembesaran yang menghasilkan kodok konsumsi.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
kodok konsumsi (13), mekanisme bisnis investasi (2), bagan agen distribusi (1), siklus air gif (1), produksi konsumsi distribusi dalam ekonomi (1), mekanisme ukm (1), KONSUMSI DAN PRODUKSI (1), Katak komsumsi (1), cara memelihara kodok konsumsi (1), bibit katak kosumsi (1), siklus air pendek (1)Artikel Terkait:
- Gambaran Umum Budidaya Kodok Lembu / Habitat dan Siklus Hidub (bag.3)
- Gambaran Umum Budidaya Kodok Lembu / Perkembangbiakan dan Makanan Hidup (bag.4)
- PENYEBARAN WILAYAH USAHA BUDIDAYA KODOK LEMBU
- ASPEK PASOKAN BAHAN BAKU DALAM USAHA BUDIDAYA KODOK LEMBU
- Manajemen Operasional dalam Usaha Budidaya Kodok Lembu

Leave a Reply