Pembesaran. Di beberapa perairan ikan mas dapat diperoleh dengan mudah dari perairan umum, seperti halnya di Danau Poso. Walaupun demikian di sebagian besar wilayah Indonesia ikan mas dihasilkan dari kegiatan budidaya. Dalam budidaya ikan kegiatan budidaya untuk menghasilkan ikan konsumsi dikenal sebagai usaha pembesaran ikan.

Produktivitas pembesaran ikan, disamping dipengaruhi oleh jumlah ikan yang dipelihara juga oleh ketersediaan pakan dan pengelolaan kualitas air. Sehubungan dengan hal di atas, budidaya ikan mas dapat di golongkan ke dalam tiga sistem di bawah ini.

Sistem Ekstensif. Pada sistem ini sumber pakan utama adalah pakan alami yang tumbuh di kolam, yang jumlahnya sangat terbatas. Peningkatan populasi pakan alami biasanya dilakukan melalui pemupukan. Oleh karena itu jumlah ikan yang dipelihara tergolong rendah. Sistem ini dipraktekkan oleh masyarakat yang menjadikan pemeliharaan ikan sebagai sumber pangan keluarga (tidak komersial) atau memanfaatkan sawah dikala menganggur (sistem penyelang). Di daerah-daerah yang perikanannya baru berkembang, terutama di luar Jawa, budidaya ikan mas menerapkan sistem ini. Optimasi pemanfaatan lahan dilakukan dengan memelihara ikan mas ini dengan ikan lain yang makanannya berbeda (polikultur), misalnya dengan ikan tawes, gurame dan tambakan. Dengan sistem ini produksi ikan mencapai 500 kg/ha/musim. Satu musim berlangsung tiga – empat bulan.

Sistem Semi intensif. Pada sistem ini petani dapat memanen ikan yang lebih banyak melalui penebaran ikan yang lebih padat disertai pemberian pakan murah yang kaya karbohidrat, seperti jagung atau sorghum, disamping pakan alami. Dengan cara ini produktivitas yang dicapai adalah 1000-2000 kg/ha/musim. Cara ini biasa diterapkan pada pendederan benih dan pembesaran ikan di daearh-daerah penghasil jagung, seperti di Minahasa.

Sistem Intensif. Produktivitas yang lebih tinggi dari pada kedua sistem sebelumnya dicapai melalui penebaran benih yang lebih tinggi disertai pemberian pakan dari luar yang kaya akan proten (berupa pelet). Produktivitas yang dicapai dengan cara ini pada kolam air tenang adalah 3-5 ton/ha/musim. Dengan kondisi perairan yang dipertahankan baik melalui pengaliran aliran air deras atau kotoran larut dalam badan air yang luas maka produktivitas dapat dicapai sebesar 500-1000 ton/ha/musim (budidaya ikan di kolam air deras dan jaring apung). Bahkan dalam pemeliharaan ikan di jaring apung di danau yang oligotrofik (tidak subur) seperti Danau Toba produktivitas mencapai 4000 ton per ha jaring apung.

Technorati : , , ,
Del.icio.us : , , ,
Zooomr : , , ,
Flickr : , , ,

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

usaha pembesaran ikan mas (19), bina ukm 2010 peluang usaha budidaya ikan mas bag pemilihan teknologi (1), cara murah budidaya ikan mas (1), produktivitas ikan patin (1), statistik produksi ikan mas (1), ternak ikan semi deras (1)

Artikel Terkait:

  1. Peluang Usaha Budidaya Ikan Mas (bag.3 : Pemilihan Teknologi Budidaya Ikan Mas)
  2. Peluang Usaha Budidaya Ikan Mas (bag.1 : Karakteristik Ikan Mas)
  3. Pola Usaha Ikan Patin dalam Usaha Budidaya Ikan Patin (bag.2)
  4. Pola Usaha Ikan Patin dalam Usaha Budidaya Ikan Patin (bag.1)
  5. Prospek dan Resiko Usaha Budidaya Ikan Mas