Kekuatan industri penyulingan minyak nilam dan akar wangi terletak pada aspek daya serap pasar, penggunaan teknologi penyulingan uap menjamin rendemen dan mutu produk yang baik, dan produk minyak atsiri tidak dapat digantikan oleh produk sintetis. Di sisi lain kelemahan industri penyulingan minyak nilam dan akar wangi adalah mengandung resiko yang cukup tinggi terutama dari segi kualitas dan jaminan kesinambungan pasokan bahan baku, serta kondisi pasar yang bersifat oligopsoni yang menyebabkan kekuatan tawar pengusaha penyulingan relatif lemah.

Peluang industri penyulingan minyak nilam dan akar wangi adalah kecenderungan atau trend permintaan dunia terhadap produk minyak atsiri dan akar wangi, perkembangan teknologi informasi berupa internet / e-commerce yang dapat meningkatkan akses informasi dan akses pasar, serta kebijaksanaan pemerintah dalam pengembangan agroindustri dan pengembangan Usaha Kecil dan Menengah.

Berdasarkan analisisSWOT yang dikemukakan di atas dapat diformulasikan strategi bisnis sebagai berikut. Pertama, melakukan integrasi bisnis secara vertikal untuk menjamin ketersediaan dan kesinambungan pasokan bahan baku dan menjamin konsistensi mutu bahan baku yang baik. Kedua, menjaga dan meningkatkan mutu produk melalui pengendalian mutu dan proses yang ketat serta peningkatan nilai tambah produk melalui penerapan serta pengembangan teknologi proses dan peralatan. Ketiga, meningkatkan keterampilan tenaga kerja produksi dan meningkatkan motivasi dan kepedulian tenaga kerja terhadap peningkatan mutu dan produktivitas, disertai sistem imbalan yang wajar. Keempat, melakukan kerjasama bisnis dengan sesama industri penyuling dalam bentuk kelembagaan (seperti koperasi) dalam rangka menembus dan meningkatkan akses pasar ekspor, serta memperkuat posisi tawar. Dan kelima, meningkatkan penguasaan dan akses terhadap informasi pasar serta promosi dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti internet/e-commerce.

Ancaman industri minyak nilam dan minyak akar wangi adalah adanya negara pesaing yang memproduksi minyak nilam dan minyak akar wangi dengan teknologi yang lebih efisien dan mutu minyak yang lebih baik; pasar bebas dengan masuknya Indonesia dalam Organisasi WTO yang mempersempit peluang atau potensi pasar domestik apabila industri tidak meningkatkan produktivitas usaha; serta meningkatnya biaya produksi sebagai akibat kenaikan biaya bahan bakar minyak dan tuntutan kenaikan upah/kesejahteraan pekerja.

Technorati : ,
Del.icio.us : ,
Zooomr : ,
Flickr : ,

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

kelemahan proposal usaha minyak wangi (1), peluang industri atsiri (1), peluang pasar minyak asiri (1)

Artikel Terkait:

  1. Peluang Indonesia tahun 2010 dalam Industri Minyak Atsiri (bag. 3)
  2. Peluang Indonesia tahun 2010 dalam Industri Minyak Atsiri (bag. 1)
  3. Peluang Indonesia tahun 2010 dalam Industri Minyak Atsiri (bag. 2)
  4. KONDISI MIKRO INDUSTRI EKSTRAKSI MINYAK AKAR WANGI DAN MINYAK NILAM
  5. KONDISI MAKRO INDUSTRI MINYAK ATSIRI