KONDISI MIKRO INDUSTRI EKSTRAKSI MINYAK AKAR WANGI DAN MINYAK NILAM
Karakteristik Industri : Minyak akar wangi merupakan produk minyak atsiri (essential oil) yang dihasilkan dari proses penyulingan bagian akar dari tanaman akar wangi atau Vetiveria zizanoides Stapt, sedangkan minyak nilam dihasilkan dari proses penyulingan bagian daun tanaman nilam atau Pogostemon cablin Benth. Kedua jenis produk minyak atsiri tersebut secara tradisional sudah merupakan komoditas ekspor yang dikenal dengan nama “Java Vetiver Oil” untuk minyak akar wangi dan “Patchouli Oil” untuk minyak nilam. Pada Gambar 3.1 dan 3.2 diperlihatkan tanaman akar wangi dan tanaman nilam.
Minyak akar wangi dan minyak nilam pada umumnya diproduksi pada skala kecil oleh pengusaha kecil (penyuling) di daerah-daerah atau sentra produksi tanaman akar wangi dan tanaman nilam. Kondisi umum industri penyulingan minyak akar wangi di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Proses produksi yang digunakan penyuling pada umumnya masih menggunakan teknologi penyulingan yang masih sederhana, yaitu teknologi penyulingan uap-air (water-steam distillation) dengan menggunakan ketel penyuling dari bahan yang bukan stainless steel. Penggunaan teknologi dan ketel penyuling tersebut serta terbatasnya penguasaan teknologi proses menyebabkan rendemen dan mutu minyak atsiri yang dihasilkan rendah, sehingga umumnya tidak dapat langsung diekspor. Rendahnya rendemen dan mutu yang dihasilkan juga disebabkan karena rendahnya mutu bahan baku yang digunakan, sebagai akibat dari teknik budidaya yang diterapkan. Budidaya tanaman nilam di sebagian daerah sentra produksi tanaman nilam di Aceh dan Kabupaten Asahan di Sumatera Utara misalnya masih mengusahakan budidaya pada ladang secara berpindah tanpa input teknologi yang memadai. Budidaya tanaman akar wangi di Kabupaten Garut masih dilaksanakan secara tradisional dan dipanen pada umur panen yang relatif masih muda.
Rendahnya mutu minyak atsiri yang dihasilkan menyebabkan hasil produksi penyuling tidak dapat langsung diekspor. Pedagang pengumpul atau eksportir yang kemudian melakukan perlakuan lebih lanjut, sehingga dapat memenuhi persyaratan mutu untuk ekspor. Tindakan penyuling atau pedagang pengumpul di tingkat desa atau kecamatan yang “nakal” yang mencampur minyak nilam atau akar wangi dengan bahan asing untuk memperoleh volume yang lebih besar merupakan salah satu penyebab jatuhnya “nama” minyak nilam dan akar wangi Indonesia di perdagangan dunia.
Program pembinaan telah dilakukan oleh Pemerintah (Deptan, Deperindag, LIPI dan BPPT). Walaupun tidak sepenuhnya berhasil tetapi telah berdampak kepada perbaikan teknologi budidaya tanaman dan teknologi penyulingan. Prospek usaha yang “menjanjikan” menyebabkan tumbuhnya investasi dalam skala kecil pada industri penyulingan minyak nilam dan akar wangi dengan menggunakan teknologi penyulingan yang lebih baik. Di lain pihak tidak sedikit industri penyuling rakyat yang tutup yang antara lain karena menggunakan teknologi tradisional serta masalah keterbatasan modal dan tingginya tingkat persaingan.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
akar wangi (182), minyak akar wangi (46), minyak nilam (41), budidaya akar wangi (21), ekstrak akar wangi (4), ekstraksi minyak wangi (3), pembuatan ekstrak minyak wangi (2), teknologi penyulingan minyak akar wangi (2), eksportir minyak lawang (1), panen minyak atsiri dari rumput vetiver (1), alamat pabrik Ekstraksi herbal tradisional (1), proses pembuatan minyak akar wangi (1), proses penyulingan minyak akar wangi (1), sentra akar wangi di samarang garut (1), sentra budidaya akar wangi (1), sentra industri minyak atsiri (1), tanaman akar lawang dari (1), Teknologi penyulingan akar wangi (1), artikel tentang nilam (1), cara membuat ekstrak minyak nilam (1), metode pembuatan minyak nilam (1), Ciri ciri minyak nilam yg berkualitas (1), Ekstrak tumbuhan wangi (1), ekstraksi minyak nilam (1), cara produksi minyak atsiri akar wangi (1), Gambar penyulingan atsiri trenggalek (1), industri minyak wangi (1), cara mengekstrakan minyak astiri akar wangi (1), karakteristik minyak nilam (1), langkah pembuatan simplisia akar wangi (1), investasi pabrik pengolahan minyak nilam (1)Artikel Terkait:
- KONDISI MAKRO INDUSTRI MINYAK ATSIRI
- Peluang Indonesia tahun 2010 dalam Industri Minyak Atsiri (bag. 2)
- Peluang Indonesia tahun 2010 dalam Industri Minyak Atsiri (bag. 4)
- Peluang Indonesia tahun 2010 dalam Industri Minyak Atsiri (bag. 3)
- Peluang Indonesia tahun 2010 dalam Industri Minyak Atsiri (bag. 1)

Leave a Reply