ikan-patin.gifKarakteristik Ikan : Ikan Patin memiliki badan memanjang, bentuk tubuh pipih, tidak bersisik, kepala kecil dan mata kecil, mulut diujung kepala dan lebar, mempunyai dua pasang kumis, sirip punggung kecil dan tinggi, mempunyai adifose fin, warna punggung abu kehitaman dan perut berwarna perak.

Selain di Inndonesia ikan Patin merupakan ikan sungai yang banyak ditemukan di Asia Tenggara, seperti Thailand, Kamboja, Laos, Burma dan Vietnam. Hidup di sungai yang dalam, agak keruh, dasar berlumpur dan suhu 25 – 30° C.

Di alam bebas ikan patin biasanya selalu bersembunyi di dalam liang-liang di tepi sungai atau kali. Ikan ini keluar dari tempat persembunyiannya pada malam hari. Ikan ini lebih suka hidup dibagian dasar perairan dibanding di permukaan.

Dilihat dari kebiasaan makannya ikan patin termasuk ikan Omnivora, namun saat larva lebih bersifat karnivora. Makanan yang disukainya Brachionus sp, Crustacea, Cladocera. Larva yang baru habis kuning telurnya mempunyai sifat kanibal yang tinggi. Ikan patin memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan, terutama pH dan kandungan oksigen. Beberapa kejadian di waduk memperlihatkan bahwa ketika ikan patin dan nila sudah mati karena ada pengadukan dasar waduk, ikan patin masih mampu bertahan.

Sebagai ikan yang sudah dibudidayakan, ikan patin termasuk ikan yang cepat tumbuh, tidak sampai umur setahun ikan ini sudah mencapai ukuran pasar (0,5 kg).

Di Indonesia terdapat beberapa jenis ikan patin. Jenis yang banyak ditangkap dan berukuran besar serta sudah banyak diteliti adalah Pangasius pangasius. Kerabat patin diantaranya adalah ikan juaro (Pangasius polyuranodo), ikan rios, riu, lancang (P. macronema), ikan pedado (P. nasutus) dan ikan lawang (P. nieuwrnhuisii).

Jenis yang berkembang saat ini adalah Pangasius hypophthalmus atau patin siam. Ikan ini bukan ikan lokal tetapi berasal dari Thailand. Pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1972 oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Bogor. Dewasa ini merupakan salah satu jenis ikan yang cukup populer di masyarakat.

Sebutan lain ikan patin ini adalah lele bangkok, jambal siam atau sius dan di negara asalnya disebut Pla Sawai, sedangkan di Vietnam ba tra. Karena sudah cukup lama di Indonesia dan memiliki berbagai kelebihan dibandingkan ikan lainnya, menyebabkan patin siam termasuk ikan yang mudah diterima masyarakat dan sudah menyebar hampir ke seluruh pelosok tanah air. Maka tak heran, dimasa yang akan datang ikan ini menjadi salah satu komoditas andalan di Indonesia.

Technorati : ,
Del.icio.us : ,
Zooomr : ,
Flickr : ,

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

ikan lawang (3), budidaya jambal (2), peluang industri mikro perikanan indonesia (2), Apakah ikan nila termasuk ikan kanibal? (1), Apakah ikan patin jenis kanibal ? (1), budidaya ikan sius (1), ikan nila kanibal (1), Ikan patin kanibal atau tidak (1), kanibal patin (1)

Artikel Terkait:

  1. Pola Usaha Ikan Patin dalam Usaha Budidaya Ikan Patin (bag.2)
  2. Pola Usaha Ikan Patin dalam Usaha Budidaya Ikan Patin (bag.1)
  3. Peluang usaha budidaya ikan patin
  4. KONDISI MIKRO INDUSTRI UDANG
  5. KONDISI MIKRO BERBASIS KOMODITAS JAGUNG