peluangusahaatsiri2.gifKomoditas minyak atsiri Indonesia yang dikenal dalam dunia perdagangan sebagai “Essential Oil”, merupakan produk agroindustri hasil proses penyulingan bagian dari tanaman. Jenis tanaman yang secara tradisional dapat menghasilkan minyak atsiri dapat dibagi menjadi 2 (dua) kelompok tanaman, yaitu (1) tanaman yang hasil utamanya adalah minyak atsiri, dan (2) tanaman yang hasil utamanya secara tradisional bukan minyak atsiri, tetapi dapat dikembangkan dan menghasilkan minyak atsiri. Tanaman pada kelompok pertama antara lain adalah nilam, akar wangi, dan sereh wangi, sedangkan pada kelompok kedua antara lain adalah cengkeh, kayu manis, lada, jahe dan pala. Indonesia memiliki paling sedikit 33 jenis tanaman yang berpotensi sebagai sumber bahan baku industri minyak atsiri, dan diantaranya sekitar 11 jenis sudah dikembangkan sebagai bahan baku minyak atsiri, delapan jenis sedang dikembangkan dan 14 jenis berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri minyak atsiri.

Produk minyak atsiri, khususnya minyak nilam dan akar wangi sebagian besar dihasilkan oleh usaha kecil yang dikenal sebagai “penyuling”, dengan teknologi proses dan peralatan penyulingan yang masih sederhana, sehingga menghasilkan produk dengan rendemen dan kualitas yang rendah. Daerah penyebaran UKM yang berusaha pada industri minyak atsiri – khususnya minyak nilam dan minyak akar wangi – mengikuti sebaran daerah produksi tanaman nilam dan akar wangi. Secara umum, rantai aliran komoditas dan pelaku yang terlibat dalam agroindustri minyak atsiri. Pasar domestik bahan dan produk minyak atsiri bersifat oligopsoni, dan relatif posisi tawar penyuling relatif lemah dibandingkan pedagang pengumpul yang sebagian besar sekaligus sebagai agen dari eksportir.

Kontribusi Minyak Atsiri terhadap Perekonomian Nasional

Industri minyak atsiri merupakan industri yang memberikan nilai tambah yang berarti hasil produksi tanaman minyak atsiri yang diusahakan oleh petani. Sebagai komoditas ekspor, minyak atsiri memberikan kontribusi dalam perolehan devisa Negara. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (1999-2001), pada tahun 2001 nilai ekspor minyak atsiri Indonesia mencapai $ 54,438 juta, dan jenis minyak atsiri yang memberikan nilai kontribusi terbesar adalah minyak nilam, minyak pala, dan minyak akar wangi, masing-masing sebesar 37,79 %, 27,15% dan 3,23 %, sehingga ke tiga jenis minyak atsiri ini merupakan tulang punggung ekspor minyak atsiri Indonesia. Nilai ekspor minyak atsiri relatif berfluktuasi dari tahun ke tahun, walaupun secara agregat menunjukkan kenaikan rata-rata per tahun (1999-2001) sebesar 14,75 % dari segi volume dan sebesar 10,76 % dari segi nilai. Perkembangan penerimaan devisa komoditas minyak atsiri dilihat dari nilai ekspor diperlihatkan pada Tabel

peluangusahaatsiri3.gif

Technorati : , ,
Del.icio.us : , ,
Zooomr : , ,
Flickr : , ,

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

data statistik makro tahun 2001 (1)

Artikel Terkait:

  1. KONDISI MIKRO INDUSTRI EKSTRAKSI MINYAK AKAR WANGI DAN MINYAK NILAM
  2. Peluang Indonesia tahun 2010 dalam Industri Minyak Atsiri (bag. 1)
  3. Pohon Industri Minyak Atsiri
  4. Pengaruh Fluktuasi Kurs Terhadap Industri Minyak Atsiri
  5. Peluang Indonesia tahun 2010 dalam Industri Minyak Atsiri (bag. 3)